alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

9 Sertifikat Tanah Milik Pemkab Tana Toraja Hilang

Joni Lembang
9 Sertifikat Tanah Milik Pemkab Tana Toraja Hilang
LHP BPK RI menemukan sedikitnya 9 sertifikat asli tanah milik Pemkab Tana Toraja hilang. Foto: SINDOnews/Ilustrasi

TANA TORAJA - Sembilan sertifikat asli tanah milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tana Toraja tidak diketahui keberadaannya. Hal itu terungkap berdasarkan laporan hasil pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) Republik Indonesia.

“Sesuai dengan LHP BPK RI atas laporan keuangan pemerintah kabupaten Tana Toraja tahun anggaran 2018, ditemukan sedikitnya sembilan sertifikat asli tanah milik daerah yang tidak diketahui keberadaannya,” ujar Ketua Komisi I DPRD Tana Toraja sekaligus Ketua Tim Panitia Khusus (Pansus) DPRD terhadap LHP BPK, Selmi Sattu di Makale.

Dia mengatakan sembilan sertifikat asli tanah yang tidak diketahui keberadaannya itu yakni enam sertifikat asli berada di lingkup dinas pendidikan.



Yakni, sertifikat asli tanah SDN 270 Tumbang Datu kecamatan Sangalla Utara, sertifikat SDN 232 Dulang kecamatan Rantetayo, sertifikat SDN 319 Inpres Paku kecamatan Rantetayo, SDN 202 Rante Kurra kecamatan Rantetayo, SMPN 6 Mengkendek kecamatan Mengkendek dan sertifikat asli tanah kantor dinas pendidikan.

Tiga sertifikat asli tanah yang juga tidak diketahui keberadaannya yakni tanah kantor Departemen Perdagangan dan Koperasi RI di kecamatan Makale, tanah kantor Departemen Perindustrian di kecamatan Makale Utara dan tanah work shop PUD di kelurahan Bombongan kecamatan Makale.

“Nilai total sertifikat asli tanah yang tidak diketahui keberadaannya itu sekitar Rp4,9 miliar,” kata Selmi.

Dia mengatakan Pansus DPRD sudah merekomendasikan kepada Pemkab untuk segera menelusuri keberadaan sertifikat asli sembilan bidang tanah milik daerah itu. Jika sertifikat asli tanah itu tidak segera ditemukan, rawan adanya gugatan pihak tertentu yang ingin menguasai tanah tersebut.

"Tanpa sertifikat asli, tanah yang merupakan milik daerah rawan terhadap gugatan,” jelasnya.

Kepala Dinas Pengelolah Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) Tana Toraja, Margaretha mengatakan pihaknya sementara menelusuri keberadaan sertifikat asli tanah milik daerah yang saat ini tidak diketahui keberadaannya tersebut.



(man)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif