alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Legislator Makassar 2019-2024 Diminta Lebih Peka dan Transparan

Koran Sindo
Legislator Makassar 2019-2024 Diminta Lebih Peka dan Transparan
Anggota DPRD Makassar periode 2019-2024 Diminta Lebih Peka dan Transparan dalam menjalankan tugas. Foto:SINDOnews/Maman Sukirman

MAKASSAR - Direktur Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Indonesia, Anwar Razak, mengharapkan kinerja anggota DPRD Makassar periode 2019-2024 bisa jauh lebih baik dibandingkan pendahulunya. Legislator Makassar yang baru dituntut lebih peka terhadap persoalan-persoalan publik. Selain itu, para wakil rakyat juga mesti bersikap terbuka alias transparan untuk menghindari stigma negatif.

“DPRD ini mestinya lebih responsif terhadap persoalan-persoalan publik. Karena memang dia (legislator) di situ untuk menyuarakan dan mendorong supaya ada kebijakan yang menyentuh ke persoalan publik,” kata Anwar, saat dihubungi SINDOnews.

Diketahui, sebanyak 50 legislator Makassar periode 2019-2024 menjalani pelantikan sekaligus pengambilan sumpah dan janji di Gedung DPRD Makassar, Jalan AP Pettarani. Mereka yang dilantik berasal dari Partai Nasdem (6 orang), Demokrat (6), PDIP (6), Golkar (5), Gerindra (5), PAN (5), PKS (5), Hanura (3), Perindo (2), Berkarya (1), PKB (1).



Anggota DPRD Makassar periode 2019-2024 terdiri atas 29 pendatang baru serta 21 wajah lama. Jumlah perempuan sebanyak 10 orang atau meningkat dari dari periode sebelumnya yang hanya delapan orang.

Terjadi perubahan komposisi jika dibandingkan dengan DPRD Makassar periode 2014-2019 yakni Golkar (8 orang), Demokrat (7), Nasdem (5), PKS (5), Gerindra (5), PPP (5), Hanura (5), PDIP (4), PAN (4), PBB (1), PKPI (1). Golkar paling banyak berkurang dari delapan menjadi lima kursi. Kursi PBB dan PKPI hilang. Beda nasib dengan Perindo yang meraih dua kursi dengan status partai pendatang baru.

Anwar menambahkan evaluasi kinerja anggota DPRD lain yang patut disoroti adalah tidak adanya terobosan dalam soal keterbukaan informasi dan partisipasi publik. Padahal, anggota DPRD berangkat dari rakyat dan yang seharusnya menjadi representasi suara publik.

"Padahal kita berharap ada DPRD baru ada inovasi dan hal baru yang kemudian mendekatkan dia dengan publik. Masa dari publik, kemudian bercerai dengan publik kan. Mestinya bermesraan terus. Nah, ini yang tidak terjadi," ujar dia.

Makanya dia mengimbau, anggota DPRD Makassar yang baru dilantik lebih terbuka. Membuka akses informasi seluas-luasnya kepada publik. Merahasiakan sesuatu dalam tubuh DPRD sendiri, kata dia, malah akan memunculkan stigma negatif.

“Informasi ke publik harus terjamin, dan publik bisa mengakses. Karena kan masanya tekonogi informasi, ada website dan online. Sekarang masukkan semua perda-perda, risalah, kemudian informasi anggaran, masukkan di website. Kalau saya jangan ada alasan lagi," tegas Anwar.

Dia menambahkan, anggota DPRD lebih menekankan integritas dan kepekaan terhadap publik. Anwar mengemukakan, di samping aggota dewan yang intelek, masyarakat lebih butuh keterwakilan anggota legislatif yang mampu menyuarakan dan mendorong aspirasi publik ke dalam sebuah kebijakan yang mensejahterakan rakyat.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook