alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

8 Botol Bensin Disiram untuk Bakar Ayah dan Anak dalam Mobil

Ari Sandita Murti
8 Botol Bensin Disiram untuk Bakar Ayah dan Anak dalam Mobil
Polisi menggelar rekonstruksi lanjutan pembunuhan suami dan anak tiri yang diotaki sang istri, Aulia Kesuma. Foto: SINDOnews/Ari Sandita Murti

MAKASSAR - Polisi menggelar rekonstruksi lanjutan kasus pembunuhan Edi Candra Purnama alias Pupung dan anaknya, Mohammad Adi Pradana alias Dana di Lapangan Sabhara Markas Polda Metro Jaya, Senin (9/9/2019). Rekonstruksi kali ini berfokus pada adegan pembakaran kedua korban di dalam mobil.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Argo Yuwono, mengungkapkan ada tiga adegan rekonstruksi lanjutan pembakaran jenzah Pupung dan Dana di dalam mobil. Adegan itu secara gamblang menggambarkan perbuatan tersangka, termasuk saat menyiramkan delapan botol bensin untuk membakar jenazah korban.

Dalam rekonstruksi tersebut, tersangka Aulia Kesuma yang merupakan suami Pupung dan ibu tiri Dana dihadirkan untuk memeragakan perannya. Sedangkan tersangka Geovanni Kelvin adegannya menggunakan pemeran pengganti lantaran hingga kini masih menjalani perawatan di RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur.



"Ada tiga adegan rekonstruksi pembakaran jenazah dalam mobil," ujar Argo kepada wartawan, Senin (9/9/2019).

Adegan pertama, Aulia dan Kelvin mengendarai mobil yang berbeda menuju Sukabumi, Jawa Barat tapi beriringan. Kelvin mengendarai mobil mengangkut jenazah kedua korban dan sempat berputar-putar dahulu hingga sampai di daerah Cidahu, Sukabumi.

Adegan kedua, Kelvin menyiramkan delapan botol bensin ke mobil yang berisikan dua jenazah korban dari dalam mobil dan membakarnya menggunakan korek api dari dalam mobil. Kelvin yang masih berada di kursi kemudi mobil pun ikut terbakar, dia lalu berlari ke mobil yang dikemudikan Aulia.

Adegan ketiga, mereka meninggalkan lokasi di Sukabumi dan langsung menuju Jakarta. Aulia membawa Kelvin ke Rumah Sakit Pusat Pertamina (RSPP), Jakarta Selatan untuk pengobatan atas luka bakar yang dideritanya itu.

Sementara itu, Panit I Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Metro Jaya, AKP Effendi, menambahkan dalam rekonstruksi lanjutan itu, Aulia memberikan tambahan keterangan pada penyidik. Sebelum ke Sukabumi, Aulia sempat berputar-putar di kawasan Tangerang Selatan.

"Dia sempat mau survei lokasi di kawasan Tangerang. Dia (Aulia) tak tahu tujuannya mau ke mana sehingga sempat berhenti di SPBU Cirendeu dan akhirnya memutuskan ke Sukabumi," pungkasnya.

Dalam pemeriksaan di hadapan penyidik, Aulia mengaku nekat menghabisi nyawa suami dan anak tiri karena terdesak masalah utang. Tunggakan utang dari keluarga ini terus membengkak mencapai Rp10 miliar di dua bank. Namun, Edi Chandra disebut enggan melego rumah mereka untuk melunasi hutang. Hal ini membuat Aulia nekat membunuh suami dan anak tirinya itu.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif