alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Penyelundupan Benih Lobster di Bandara Hasanuddin Digagalkan

Faisal Mustafa
Penyelundupan Benih Lobster di Bandara Hasanuddin Digagalkan
Kapolda Sulsel Irjen Pol Hamidin saat merilis pengungkapan kasus benih lobster di Mapolda Sulsel, Selasa (10/9/2019). Foto: SINDOnews/Muchtamir Zaide

MAKASSAR - Penyelundupan benih lobster senilai miliaran rupiah di Bandara Internasional Sultan Hasanuddin berhasil digagalkan. Kejahatan ini berhasil dibongkar oleh petugas Avsec bekerjasama dengan Polda Sulsel, BKIPM dan Bea Cukai Makassar.

Kapolda Sulsel, Irjen Pol Hamidin, mengungkapkan pengungkapan kasus ini bermula dari kecurigaan petugas Avsec atas sebuah koper asal NTB yang akan diterbangkan ke Singapura. Koordinasi lalu dilakukan dengan polisi dan petugas BKIPM yang bertugas di Bandara Hasanuddin.

"Ya hasilnya, kita menangkap 19.253 ekor benur Lobster, satu benur itu harganya Rp150 ribu. Jadi kalau ditotal yang mereka hasilkan dari pekerjaan ini lebih Rp3,5 miliar," kata Hamidin, saat merilis pengungkapan kasus penyelundupan baby lobster ini, Selasa (10/9/2019).



Terungkap, 19.253 ekor bibit lobster dibungkus menjadi 23 bagian. Masing-masing benih lobster mutiara 13.477 ekor dan benih lobster pasir 5.776 ekor. Untuk mengelabui petugas, mereka mencampur kemasan benih lobster dengan kerupuk, mie instan dan sendal jepit di dalam satu buah koper bagasi.

Direktur Reserse Kriminal Khusus Polda Sulsel, Kombes Pol Yudhiawan Wibisono, mengungkapkan dari pengungkapan kasus ini, pihaknya sudah meringkus tiga dari lima komplotan penyelundup baby lobster. Saat ini, dua pelaku lain sudah dalam pengejaran petugas.

Tiga pelaku bisnis ilegal yang diamankan yakni pemilik koper bernama Sumarjo, warga kelahiran Pinrang yang tercatat tinggal di BTN Cipta Mandai, Kabupaten Maros. Selanjutnya, dua pelaku lain adalah pria berinisial ST selaku tukang packing dan pemilik baby lobster berinisial RM.

"Sehari setelah penggagalan di bandara, baru kita tangkap pemilik benih Lobster. Nah dari hasil interogasi ternyata si RM ini sudah pernah menjalani hukuman empat bulan dalam kasus yang sama (penyelundupan benih lobster)," terang Yudhiawan.

"Nanti kita akan dalami lagi sudah berapa kali dia melakukan tindak pidana ini. Dan ini rencananya akan dijual ke Singapura yang diterima saudara Amir, kita masih kejar lagi ini dua orang. Iya ada lima orang, Dua masih DPO," pungkasnya.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook