alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

2 Debt Collector Dipolisikan Karena Rampas Mobil Debitur

Faisal Mustafa
2 Debt Collector Dipolisikan Karena Rampas Mobil Debitur
Polisi saat mengambil keterangan debt collector yang diamankan karena diduga merampar mobil debitur. Foto: Istimewa

MAKASSAR - Dua debt collector berinisial AA (31) dan Ak (30) diamankan jajaran unit III Tindak Pidana Tertentu (Tipidter) Satreskrim Polrestabes Makassar, di Sekitar Pantai Tanjung Bayang, Kecamatan Tamalate, Kota Makassar.

Keduanya diamankan pada Selasa, (10/09/2019) ini dalam kasus dugaan perampasan dan memaksa seseorang dengan memakai kekerasan atau ancaman kekerasan terhadap korban bernama Khairul Abrar (38), alamat Jalan Niko Kompleks Latimojong Square, Kota Makassar pada 6 September 2019.

"Kemarin anggota melakukan penyelidikan, setelah di Tanjung Bayang. Keduanya bersedia ikut ke kantor. Setelah diperiksa baru kita amankan di kantor," kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indraatmoko, Rabu (11/9/2019).



Dia menceritakan dalam kasus ini ada empat pelaku yang terindikasi melakukan dugaan perampasan dan pemaksaan. Namun pihaknya baru mengamankan dua pelaku, sementara yang dua masih dalam penyelidikan.

"Indikasi tersangka ada empat yang dua sudah kita amankan. Yang lainnya masih di cari identitasnya," bebernya.

Dilanjutkan Indraatmoko, korban sendiri mengaku telah menunggak pembayaran kredit mobil di Andalan Finance selama tiga bulan. Sehingga perusahaan tersebut memberikan kuasa kepada ke empat debt collector untuk menagih.

"Di dalam proses penyelidikan ditemukan fakta hukum terjadinya perbuatan dari empat orang debt collector mendatangi korban di mobilnya. Mereka diduga melakukan kekerasan dengan memaksa korban turun dari mobilnya dengan cara mendorong korban untuk turun," terangnya.

"Nah lelaki AA ini sudah merampas kunci mobil dari lubang kuncinya saat mesin masih menyala. Tapi korban tak ingin meninggalkan kursi kemudi mobilnya karena takut kendaraan itu diambil oleh empat debt collector ini," sambung perwira polisi dua bunga ini.

Atas peristiwa tersebut korban mengalami luka pada tangannya akibat kekerasan. Sehingga istri korban Hardianti Rahman melaporkan hal itu ke Satreskrim Polrestabes dengan nomor terlampir, LP/779/IX/2019/POLDA SULSEL RESTABES MKSR, tanggal 6 September 2019.

Kini kedua pelaku bakal dijerat pasal 368 KUHPidana tentang ancaman kekerasan dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara dan atau pasal 335 KUHPidana tentang perbuatan tidak menyenangkan dengan ancaman hukuman maksimal satu tahun penjara.

Kedua pelaku saat ini masih menjalani kurungan di Satreskrim Polrestabes Makassar untuk kebutuhan proses hukum lebih lanjut. Polisi juga masih mencari dua rekan pelaku yang belum diketahui identitasnya.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif