alexametrics
more

Tingkatkan Kunjungan Museum, Ini Dilakukan Disbudpar Maros

Najmi Limonu
Tingkatkan Kunjungan Museum, Ini Dilakukan Disbudpar Maros
Disbudpar Maros menggelar seminar untuk meningkatkan kunjungan warga di Museum. Foto: Sindonews/Najmi Limonu

MAROS - Pihak Dinas Kebudayaan Dan Pariwisata (Disbudpar) Maros melakukan berbagai cara untuk menarik minat masyarakat untuk mengunjungi museum daerah. Salah satunya dengan menggelar Seminar Pemanfaatan Museum di DClove Cafe, Kamis (12/09/2019) yang dihadiri puluhan guru yang ada di Kabupaten Maros.

Seminar ini dibuka Wakil Bupati Maros, HA Harmil Mattotorang dan diisi narasumber dari berbagai penggiat budaya, peneliti dan akademisi seperti, Asmunandar (UNM), Supriadi dan Iwan Sumantri (Unhas).

HA Harmil Mattotorang mengatakan, selama ini museum masih sangat kurang diminati oleh kalangan muda. Bahkan pemanfaatannya masih sangat minum. Karenanya, melalui seminar tersebut, diharapkan mengunjungi museum bisa menjadi suatu kebutuhan pendidikan, sejarah dan budaya.



Dia mengaku seminar ini sebagai salah satu langkah yang tepat dalam menarik antusias berbagai pihak untuk meramaikan Museum Daerah.

Kepala Seksi Cagar Budaya dan Museum Daerah, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Maros, Burhan Jaya menjelaskan, kegiatan ini merupakan salah satu program yang anggarannya bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) yang diberikan Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Menurutnya, hal ini untuk menggeliatkan Kebudayaan yang ada di pelosok tanah Air seperti yang tersirat dalam Undang-Undang No 5 Tahun 2017 tentang Pemajuan Kebudayaan yang besarannya tergantung dari type Museum yang dimiliki Daerah.

Untuk Kabupaten Maros, Burhan Jaya menjelaskan, Museum Daerah Maros menjadi salah satu dari 111 Museum penerima Dana Alokasi Khusus (DAK) Non Fisik Biaya Operasional Penyelenggaraan Museum sekitar Rp450juta.

Selain seminar, katanya, pihak pengelola juga telah menyiapkan berbagai program seperti program Belajar Bersama di Museum (BBM), Museum Masuk Sekolah, Pemilihan Duta Museum, Lomba Foto dan masih banyak program lainnya.

Burhan menjelaskan, kabupaten Maros memiliki dua museum yakni museum kupu-kupu yang terletak di kawasan wisata alam bantimurung dengan junlah koleksi kupu-kupu sekitar 165 spesies.

"Kita punya dua museum, salah satunya museum kupu-kupu di Bantimurung, dan satunya lagi di kota Turikale. Kalau di Turikale itu merupakan museum umum, yang dimulai dari jaman artefak dan hingga zaman modern. Disana kita memiliki sekitar 132 koleksi," tutupnya.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif