alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

IAS dan SYL Dinilai Masih Berpengaruh di Pilwalkot Makassar

Muhaimin
IAS dan SYL Dinilai Masih Berpengaruh di Pilwalkot Makassar
Dua tokoh Politik Sulsel Syahrul Yasin Limpo (SYL) dan Ilham Arief Sirajuddin (IAS) dinilai masih berpengaruh di Pilwalkot Makassar. Foto: Istimewa

MAKASSAR - Dua kekuatan politik di Sulsel yakni Ilham Arif Sirajuddin (IAS) dan Syahrul Yasin Limpo (SYL), diprediksi turut ambil bagian pada pemilihan wali kota (Pilwalkot) Makassar 2020. Dua tokoh politik ini pun dinilai masih sangat berpengaruh dalam pesta demokrasi di Makassar tahun depan.

Hal itu mencuat dari hasil survei yang dilakukan oleh PT Parameter Konsultindo baru-baru ini. Lembaga survey ini sudah tergabung ke dalam Perhimpunan Survei Opini Publik Indonesia (Persepsi). Dalam surveinya untuk Pilwalkot Makassar 2020, dua tokoh politik tersebut, IAS dan SYL memiliki kekuatan yang seimbang.

Hasilnya, pengaruh SYL di Pilwalkot Makassar 2020 berada di angka 33,6 persen, dan IAS di angka 31,7 persen. Sementara yang memberi jawaban rahasia/tidak tahu/tidak jawab sebanyak 34,7 persen.



“Jadi memang rata-rata tokoh publik yang besar, pengaruhnya tidak turun di bawah angka 30 persen. Dan itu sudah dibuktikan dengan hasil survei yang kami lakukan,” kata Direktur PT Parameter Konsultindo, Ras MD saat memaparkan hasil surveinya di Hotel Mercure Makassar, Kamis (12/9/2019).

Ras menuturkan apalagi IAS dan SYL telah cenderung memiliki basis pemilih dan loyalis saat Pilkada. Sehingga elektoral dua klan ini tak bisa dikesampingkan pada Pilwalkot Makassar 2020.

“Kedua tokoh ini memiliki kedekatan dengan masyarakat. Berjiwa sosial dan dikenal oleh publik. Sehingga arah dukungan mereka ke salah satu calon dipastikan akan mendongkrak calon yang bersangkutan,” terang Ras.

Adapun distribusi pengaruh dua tokoh tersebut pada kategori usia ialah untuk 19 tahun ke bawah, IAS dan SYL kompak memperoleh angka 36,80 persen. Sementara yang menjawab rahasia/tidak tahu/tidak jawab sebanyak 26,30 persen.

Pada pemilih usia 20-29 tahun, SYL unggul dengan perolehan 52,00 persen, IAS 30,00 persen dan rahasia/tidak tahu/tidak jawab sebanyak 18,00 persen. Untuk usia 30-39 tahun yakni persentasenya SYL tetap unggul 50,40 persen, IAS 27,80 persen dan rahasia/tidak tahu/tidak jawab sebesar 21,80 persen.

Pada pemilih usia 40-49 tahun, persentase SYL dan IAS kompak berada di angka 28,60 persen, dan rahasia/tidak tahu/tidak jawab sebanyak 42,90 persen. Begitu pun dengan pemilih usia 50 tahun ke atas, SYL dan IAS masing-masing menyentuh angka 27,30 persen, sementara rahasia/tidak tahu/tidak jawab sebanyak 45,50 persen.

“Jadi hasil temuan survei lembaga Parameter ini, kami lakukan pada Agustus 2019. Kami menggunakan multistage random sampling dengan 440 responden. Margin of error survei ini adalah +1-4.8%,” terangnya.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif