alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Ini Rekam Jejak Irjen Firli Bahuri, Ketua KPK yang Baru

Sindonews
Ini Rekam Jejak Irjen Firli Bahuri, Ketua KPK yang Baru
Irjen Pol Firli Bahuri terpilih sebagai Ketua KPK periode 2019-2023 dalam voting Komisi III DPR RI. Foto: SINDOphoto

MAKASSAR - Irjen Firli Bahuri terpilih sebagai Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) periode 2019-2023. Firli berhak atas jabatan tersebut setelah memenangkan hasil voting di Komisi III DPR RI, Jumat (13/9/2019). Sosok kontroversial ini meraup 56 suara alias terbanyak dibandingkan empat komisioner KPK lainnya.

Nama Firli sendiri ramai diperbincangkan sejak seleksi calon pimpinan KPK dilakukan. Hal tersebut tidak terlepas dari sosoknya yang dianggap kontroversial. Terlebih, setelah adanya penolakan dari internal lembaga anti-rasuah.

Firli adalah pria kelahiran Lontar, Muara Jaya, Ogan Komering Ulu, Sumatera Selatan, 8 November 1963. Ia menjabat Kepala Kepolisian Daerah Sumatra Selatan sejak 20 Juni 2019 lalu. Firli juga tercatat pernah menjabat sejumlah jabatan penting.



Firli pernah menjabat ajudan Wakil Presiden (Wapres) Boediono. Ia kemudian menjabat Wakil Kepala Kepolisian Daerah Banten, Karopaminal Divpropam Polri, Kepala Kepolisian Daerah Banten, Karodalops Sops Polri, Wakil Kepala Kepolisian Daerah Jawa Tengah, Kepala Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat, Deputi Penindakan KPK dan terakhir sebagai Kepala Kepolisian Daerah Sumatra Selatan.

Kini Firli sah menjadi Ketua KPK periode 2019-2023. Ia mengalahkan sembilan capim KPK setelah 56 anggota Komisi III DPR memilihnya dalam voting semalam.

Riwayat pendidikan, Firli merupakan jebolan Akademi Angkatan Bersenjata Republik Indonesia (AKABRI) 1990, Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK) 1997, Sekolah Staf dan Pemimpin (Sespim) 2004 dan Lembaga Ketahanan Nasional Program Pendidikan Singkat Angkatan (Lemhannas PPSA) 2017.

Nama Firli belakangan menjadi perbincangan angat lantaran dianggap sarat kepentingan saat mengikuti seleksi calon pimpinan KPK. Bahkan, ratusan pegawai KPK merasa keberatan dengan keikutsertaan Firli dalam Capim KPK terkait dugaan pelanggaran kode etik yang dilakukannya.

Kode etik yang dianggap dilangfar Firli adalah pertemuannya dengan Gubernur NTB Tuan Guru Bajang Zainul Majdi lantaran KPK tengah melakukan penyelidikan dugaan korupsi terkait kepemilikan saham pemerintah daerah dalam PT Newmont pada tahun 2009-2016.

Tidak hanya ditolak para pegawai KPK, sejumlah Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) hingga penggiat anti korupsi juga menolak Firli menjadi pimpinan di lembaga antirasuah itu.

Meski banyak penolakan dari berbagai LSM dan penggiat anti korupsi, Firli terus lolos dalam berbagai tahapan yang dilakukan Panitia Seleksi (Pansel) KPK. Bahkan, dalam dalam voting di Komisi III DPR RI, Firli lolos dan terpilih sebagai Ketua KPK Periode 2019-2023 yang mengungguli empat calon lainnya, yakni Nawawi Pomolango (Hakim) dengan 50 suara, Lili Pintauli Siregar (Advokat), 44 suara, Nurul Ghufron (Dosen Universitas Jember), 51 suara dan Alexander Marwata (Komisioner KPK), 53 suara.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook