alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Polantas Makassar Tilang 5.012 Pelanggar Selama Operasi Patuh

Tri Yari Kurniawan
Polantas Makassar Tilang 5.012 Pelanggar Selama Operasi Patuh
Satlantas Polrestabes Makassar mengeluarkan 5.012 surat tilang selama Operasi Patuh 2019. Foto: Polrestabes Makassar

MAKASSAR - Polisi lalu lintas alias polantas Makassar mengeluarkan 5.012 surat tilang untuk menindak pelanggaran lalu lintas dari pengendara selama pelaksanaan Operasi Patuh 2019. Terjadi peningkatan signifikan mencapai 145,09 persen dibandingkan tahun lalu.

Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestabes Makassar, Kompol Muh Yusuf Usman, membenarkan terjadi peningkatan pelanggaran selama pelaksanaan Operasi Patuh 2019 dibandingkan tahun sebelumnya. Namun, angka kecelakaan lalu lintas diklaim menurun.

Berdasarkan data Polrestabes Makassar, selama 14 hari pelaksanaan Operasi Patuh 2019, polisi mengeluarkan 5.012 surat tilang dan 11 kali melakukan peneguran. Adapun tahun lalu, polisi hanya menjaring sekitar 2.045 pelanggar yang 'dihadiahi' surat tilang.



Masih merujuk data yang dilansir laman resmi Polrestabes Makassar, angka lakalantas selama Operasi Patuh 2019 hanya 43 kasus. Rinciannya yakni 2 korban tewas dan 52 korban luka ringan. Tahun lalu saat Operasi Patuh tercatat ada 68 kasus dengan 2 korban tewas, 1 korban luka berat dan 81 korban luka ringan.

Operasi Patuh 2019, Yusuf menyampaikan dilaksanakan dengan delapan sasaran pelanggaran. Di antaranya yakni pengendara motor yang tidak menggunakan helm standar dan pengendara mobil yang tidak menggunakan safety belt.

Selanjutnya, pengendara mobil yang melebihi batas kecepatan, pengemudi kendaraan dalam keadaan pengaruh alkohol, pengendara di bawah umur, pengendara menggunakan HP pada saat mengemudi, kendaraan melawan arus dan kendaraan menggunakan sirine/strobe.

Yusuf menyebut dengan berakhirnya Operasi Patuh 2019 yang berlangsung 29 Agustus-11 September, masyarakat diimbau tetap patuh dan tertib berlalu lintas. Toh, itu demi keamanan dan keselamatan seluruh pihak.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook