alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Tak Hadiri Panggilan Pertama Polisi, Jumras Minta Diundur Senin

Faisal Mustafa
Tak Hadiri Panggilan Pertama Polisi, Jumras Minta Diundur Senin
Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indraatmoko. Foto: Istimewa

MAKASSAR - Mantan Kepala Biro Pembangunan Pemprov Sulsel, Jumras belum menghadiri undangan pemanggilan pertama penyidik Satreskrim Polrestabes Makassar, terkait kasus dugaan pencemaran nama baik terhadap Gubernur Sulsel, Prof Nurdin Abdullah dan menyampaikan keterangan palsu di atas sumpah yang di Sidang Hak Angket DPRD Sulsel beberapa waktu lalu.

"Tidak datang orangnya, pemberitahuannya dari pengacaranya minta diundur hari Senin. Jumras katanya di luar daerah," kata Kasat Reskrim Polrestabes Makassar AKBP Indraatmoko, Jumat (13/9) di Mapolrestabes Makassar.

Jumras sendiri kata Indraatmoko masih dimintai keterangan terkait laporan dua kasus tersebut. Dimana saat itu Jumras secara tegas menyampaikan bahwa Gubernur menerima fee Rp10 miliar dari pengusaha Agung Sucipto, dan Ferry untuk bisa menang pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018.



"Statusnya (kasus) masih penyelidikan, baru pertama kali itu dipanggil. Yah masih saksi sebatas klarifikasi dulu," bebernya.

Sebelumnya salah satu Tim hukum Gubernur Sulsel, Husain Djunaid mengatakan pihaknya telah melaporkan Jumras dimana terlapor sebagai terperiksa dalam Sidang Hak Angket DPRD Sulsel dan menyampaikan Keterangan di atas Sumpah bahwa Agung Sucipto (Anggu) dan Ferry Tanriady (Ferry) memberikan fee Rp10 Miliar kepada Prof Nurdin Abdullah untuk bisa menang Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sulsel 2018.

"Betul laporan aduan itu kami layangkan 18 Juli 2019 lalu di Polrestabes Makassar. Kita laporkan terkait Pasal 310, Pasal 311 dan Pasal 242 KUHP dimana Jumras diduga telah melakukan dugaan tindak pidana pencemaran nama baik dan memberikan keterangan palsu di muka persidangan," terangnya.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook