alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

122 Bidang Lahan Kereta Api Terancam Dijadikan Tanah Negara

Najmi Limonu
122 Bidang Lahan Kereta Api Terancam Dijadikan Tanah Negara
Sejumlah warga dan mahasiswa unjuk rasa terkait pembebasan lahan kereta api di Maros. Foto: Sindonews/Najmi Limonu

MAROS - Sedikitnya 122 bidang tanah yang masuk dalam jalur pembebasan lahan kereta api di Maros, terancam akan menjadi lahan tanah negara. Pasalnya, Badan Pertanahan Nasional (BPN) Maros sebagai panitia pengadaan lahan, hingga kini belum mengetahui status kepemilikan bidang tanah itu.

Hal itu dikatakan oleh Ketua Satgas B Pengadaan Tanah jalur kereta api Maros, Sufiarma. Dia menjelaskan, 122 bidang tanah yang dimaksudkan itu lokasinya berada di Kecamatan Lau dan Marusu. Jika sampai Juni 2020 mendatang, kata dia, tanah itu tidak dilaporkan, maka akan ditetapkan sebagai milik negara.

“Jadi saat ini ada 122 bidang tanah di kecamatan Lau dan Marusu yang memang belum disetorkan ke kami alas haknya. Yah jika memang tidak ada, berarti itu kan tanah negara. Batas waktu penentuannya itu sampai Juni 2020,” katanya, Senin (16/09/2019).



Meski begitu, Sufiarma menjelaskan jika pihaknya masih akan melakukan penelusuran ke pemerintah setempat, untuk memastikan bidang tanah itu dimiliki oleh warga atau tidak. Jika memang tidak bisa dibuktikan, maka bidang tanah itu akan dijadikan sebagai tanah negara dan tidak akan dibayarkan.

“Yah kita pastinya juga masih menunggu alas hak dari warga yang memang merasa memiliki bidang tanah itu, sekaligus akan kita cek di Pemerintah Desanya. Jika memang sampai batas waktunya, dan tidak ada yang mengaku dan memasukkan berkasnya maka kami akan masukkan sebagai tanah negara dan tidak wajib dibayarkan, kecuali tumbuhan yang ada di atasnya,” lanjutnya.

Selain 122 bidang tanah itu, BPN merinci, ada 621 bidang tanah yang akan dikonsinyasi ke Pengadilan Negeri Maros dalam waktu dekat ini. Pemilik lahan yang tidak setuju dengan harga pembebasan lahannya itu, dipersilahkan mengambil uang ke Pengadilan yang dititip oleh pihak Kereta Api.

“Kalau yang akan dikonsinyasi itu ada 621 bidang. Dalam waktu dekat akan kami buat berita acaranya baru kita serahkan ke Pengadilan Negeri. Sejauh ini belum ada satupun warga yang menggugat ke Pengadilan, makanya kami lanjutkan sesuai aturan,” sebutnya.

Total lahan yang diperlukan untuk jalur kereta api di wilayah Maros, sebanyak 935 bidang tanah dengan panjang 21, 5 kilometer di 5 Kecamatan. Dari total bidang tanah itu, hanya ada 195 yang dianggap tidak bermasalah dan akan segera dieksekusi. Sementara yang lainnya masih dalam proses konsinyasi ataupun pemberkasan.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif