alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Terdakwa Penipuan Cek Kosong Rp1,7 Miliar Divonis 2 Tahun Penjara

Faisal Mustafa
Terdakwa Penipuan Cek Kosong Rp1,7 Miliar Divonis 2 Tahun Penjara
Ketua Majelis Hakim, Agus Rusianto, menjatuhkan vonis dua tahun penjara terhadap terdakwa kasus penipuan cek kosong sebesar Rp1,7 miliar, Adi Utama Djaya Yaparis, di PN Makassar, Senin (16/9/2019). Foto/Ilustrasi/SINDOnews

MAKASSAR - Ketua Majelis Hakim, Agus Rusianto, menjatuhkan vonis dua tahun penjara terhadap terdakwa kasus penipuan cek kosong sebesar Rp1,7 miliar, Adi Utama Djaya Yaparis, di Pengadilan Negeri Makassar, Senin (16/9/2019). Direktur PT Semangat Tiga Bintang Sukses (STBS) Makassar itu terbukti melakukan penipuan terhadap PT Bahana Line.

"Berdasarkan fakta pengadilan maka Unsur Pasal 378 jo 64 ayat 1 KHUAP Dinyatakan terpenuhi sehingga menjatuhkan hukum pidana kepada terdakwa selama dua tahun penjara," kata Agus dalam amar putusannya.

Saat majelis hakim ketuk palu, terdakwa hanya bisa tertunduk lesu dan harus menerima putusan hakim. Hukuman dua tahun penjara tersebut lebih ringan dibanding dengan tuntutan jaksa penuntut umum (JPU) yang menuntut tiga tahun penjara. "Jadi kalau menurut kami hukuman dua tahun penjara terhadap terdakwa sudah sesuai, karena sudah melampaui dua pertiga dari tuntutan," ujar JPU Tabrani.



Dilanjutkan Tabrani, pihaknya masih menunggu keputusan dari terdakwa terkait mengambil langkah banding atau tidak. Katanya, terdakwa masih berfikir untuk mengambil langkah banding. “Sudah sesuai ketentuan prosedur kami tapi mereka upaya pikir-pikir, jadi juga kami pikir-pikir. Pikir-pikir untuk menentukan sikap apakah upaya hukum atau Terima kan ada waktu tujuh hari (Banding)," paparnya.

Diketahui, kasus ini bermula pada 26 Februari 2018 lalu. Saat itu terdakwa Adi Utama Djaya Yaparis selaku Direktur PT STBS Makassar memerintahkan kepada Manajer Keuangannya yakni P Nancie Marcella Mekel, untuk menyerahkan kembali tiga lembar cek Bank Mandiri kepada pihak PT Bahana Line.

Tiga lembar cek Bank Mandiri tersebut sebagai pengganti dua lembar cek Bank Mandiri Syariah yang sudah kedaluwarsa, yang sebelumnya diserahkan terdakwa Adi Utama Djaya Yaparis kepada pihak PT Bahana Line.

Nancie Marcella Mekel kemudian menyerahkan kepada saksi Ernawati selaku orang yang dimintai tolong oleh saksi Ifah Marhamah selaku Marketing PT Bahana Line untuk mengambil cek pengganti tersebut.

Masing-masing satu lembar cek Bank Mandiri Nomor HE 282041 tertanggal 20 Maret 2018 dengan nilai Rp500 juta yang dapat dicairkan pada tanggal 20 Maret 2018, satu lembar cek Bank Mandiri tertanggal 20 Maret 2018 nomor HE 282042 tanggal 20 April 2018 dengan nilai Rp800 juta yang dikatakan dapat dicairkan pada tanggal 20 April 2018 dan satu lembar cek Bank Mandiri nomor HE 282044 tanggal 20 Mei 2018 dengan nilai Rp500 juta yang dapat dicairkan pada tanggal 20 Mei 2018.

Namun setelah pihak PT Balana Line hendak mencairkan tiga lembar cek Bank Mandiri yang terdakwa Adi Utama Djaya Yaparis serahkan tersebut sesuai batas waktu yang telah ditentukan, ketiga cek tersebut kembali ditolak oleh pihak Bank Mandiri dengan alasan rekening ketiga cek tersebut tidak memiliki dana yang cukup.

Serta rekeningnya sudah ditutup dan ketiga cek tersebut belum diaktivasi atau belum bisa dijalankan apalagi diberikan kepada pihak ketiga sebagai alat pembayaran. Pihak PT Bahana Line sendiri sudah berkali-kali memberitahukan permasalahan tersebut kepada terdakwa Adi Utama Djaya Yaparis.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif