alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

5 Tahun, Jumlah Stunting di Parepare Berkurang 16,3%

Darwiaty Dalle
5 Tahun, Jumlah Stunting di Parepare Berkurang 16,3%
Suasana konvergensi pencegahan stunting di Balai Ainun Parepare, dibuka Wawali Parepare Pangerang Rahim, Selasa (17/9/2019). Foto: SINDOnews/Darwiaty Dalle

PAREPARE - Pemerintah Kota Parepare terus berupaya menekan jumlah anak yang mengalami stunting. Salah satu usaha yang dilakukan dengan melakukan konvergensi pencegahan stunting di Balai Ainun Parepare, Selasa (17/9/2019).

Kegiatan itu menghadirkan sejumlah pembicara, baik dari kalangan akademisi maupun pemerintah setempat. Mereka seperti, Abdul Razak Thaha, Wakil Wali Kota Parepare Pangerang Rahim, Ketua Tim Penggerak PKK Kota Parepare, Erna Rasyid Taufan, dan Plt Kepala Dinas Kesehatan, Iwan Asad.

Dalam arahannya, Pangerang Rahim menyampaikan, riset kesehatan dasar Kementerian Kesehatan pada tahun 2018, menemukan 30,8% anak Balita mengalami stunting. Khusus di Parepare, jumlah anak stunting sebenarnya sudah mengalami penurunan dari tahun 2013.



Pangerang menyebut, pada 2013 lalu, tercatat ada sebanyak 39,6% anak stunting di Parepare. Sementara, pada tahun 2018, turun hingga ke angka 23,3%. Walau ada penurunan, Pangerang bertekad untuk terus memerangi stunting hingga ke angka terendah.

"Butuh kesadaran bersama jika kondisi yang memprihatinkan ini, kita harus keroyok bersama. Ini bukan hanya tanggung jawab Dinas Kesehatan semata, melainkan tanggung jawab kita bersama," papar Pangerang.

Sementara itu, Plt Kadiskes Parepare yang juga Sekkot Parepare, Iwan Asad mengatakan, penurunan stunting penting dilakukan sedini mungkin untuk menghindari dampak jangka panjang yang merugikan. Seperti terhambatnya tumbuh kembang anak.

Sebab menurut Iwan, stunting tidak hanya berkaitan dengan lambatnya pertumbuan fisik, tetapi juga mempengaruhi perkembangan otak. Sehingga tingkat kecerdasan anak tidak maksimal.

"Olehnya, dibutuhkan pendekatan yang menyeluruh, yang harus dimulai dari pemenuhan prasyarat pendukung seperti akses terhadap pelayanan kesehatan untuk pencegahan dan pengobatan," tandas Iwan.



(man)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif