alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

AS Menuduh Iran Dalang Serangan Kilang Minyak Saudi

Agus Nyomba
AS Menuduh Iran Dalang Serangan Kilang Minyak Saudi
Fasilitas minyak Arab Saudi yang diserang pada Sabtu lalu. Foto: Istimewa

WASHINGTON - Ketegangan di Timur Tengah telah meningkat setelah serangan drone pada dua fasilitas minyak utama di Arab Saudi beberapa hari lalu.

Serangan sebelum fajar pada hari Sabtu merobohkan lebih dari setengah produksi minyak mentah dari eksportir utama dunia - lima persen dari pasokan minyak global - dan memangkas produksi sebesar 5,7 juta barel per hari.

Pemberontak Houthi Yaman, yang telah dikunci dalam perang dengan koalisi yang dipimpin Arab Saudi sejak 2015, mengaku bertanggung jawab atas serangan itu, memperingatkan Arab Saudi bahwa target mereka "akan terus berkembang".



Tetapi Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo dengan cepat menuduh Iran berada di balik serangan itu, tanpa memberikan bukti apa pun. Klaim itu ditolak oleh Teheran yang mengatakan tuduhan itu dimaksudkan untuk membenarkan tindakan terhadapnya.

Arab Saudi, sementara itu, telah berjanji untuk menghadapi dan menangani agresi teroris ini, sementara Presiden AS Donald Trump mengisyaratkan kemungkinan tindakan militer setelah Riyadh menyimpulkan penyelidikan atas serangan tersebut.

Menteri Luar Negeri AS Mike Pompeo akan melakukan perjalanan ke Arab Saudi pada Selasa di tengah meningkatnya ketegangan di wilayah Teluk setelah serangan terhadap instalasi minyak Saudi Sabtu lalu.

"Sekretaris negara sedang melakukan perjalanan ke Arab Saudi hari ini untuk membahas tanggapan kami," kata Pence saat berpidato di Heritage Foundation dilansir dari Al Jazeera.

Namun, mengatakan belum melihat bukti yang akan mengarahkannya untuk menyimpulkan serangan itu diluncurkan oleh atau dari Iran.

Seorang pejabat AS yang dikutip oleh AFP mengklaim rudal jelajah digunakan dalam serangan Sabtu terhadap fasilitas minyak Saudi dan serangan itu datang dari Iran.

Pejabat yang menolak disebutkan namanya, mengatakan kepada kantor berita bahwa AS sekarang sedang mengumpulkan bukti tentang serangan yang akan dihadirkan di Majelis Umum PBB minggu depan.

Ditanya apakah AS yakin bahwa rudal jelajah diluncurkan dari tanah Iran, pejabat itu menjawab singkat, "Ya."

Ditanya berapa banyak rudal yang ditembakkan, pejabat itu menolak menjawab. "Saya tidak akan membahas perincian seperti itu," kata pejabat itu seperti dilansir dari Sputnik.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook