alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Target Pajak Pemprov Sulsel Naik Jadi Rp3,7 Triliun

Syachrul Arsyad
Target Pajak Pemprov Sulsel Naik Jadi Rp3,7 Triliun
Target pajak Sulsel dalam rancangan APBD Perubahan 2019 meningkat jadi Rp3,7 triliun. Foto/Ilustrasi/Istimewa

MAKASSAR - Kepala Bidang Perencanaan dan Pendapatan Bapenda Sulsel, Reza Faizal Saleh, mengungkapkan pihaknya terus menggali potensi pendapatan asli daerah (PAD). Salah satunya dengan cara mendongkrak target pajak daerah.

Dalam rancangan anggaran pendapatan dan belanja daerah perubahan (APBD-P) 2019, target pajak diusulkan naik menjadi Rp3,712 triliun. Adapun target semula yang dicanangkan dalam APBD pokok 2019 sebesar Rp3,680 triliun.

Reza mengaku secara umum peningkatan target pajak daerah terhitung sebesar Rp32,2 miliar dari beberapa sektor pajak yang dikelola Bapenda. Atau jika dipersentasikan naik 0,88% di APBD Perubahan 2019.



“Kenaikan pajak ini salah satunya dipengaruhi adanya tren peningkatan wajib pajak. Pertimbangannya kita melihat estimasi sampai Desember kira-kira bagaimana. Inikan ada beberapa item pajak, seperti PKB. Trennya positif, jadi kita perkirakan masih bisa bertambah, makanya kita naikkan," papar Reza, kepada SINDOnews.

Data yang dihimpun dari Bapenda Sulsel salah satu sektor yang mengalami kenaikan, yakni pajak kendaraan bermotor (PKB). Di APBD-P 2019 diusulkan bertambah Rp67 miliar atau meningkat signifikan 5,24% dari target awal Rp1,278 triliun.

Selanjutnya, pada sektor pajak rokok juga naik Rp20,12 juta dari target awal di APBD Pokok 2019 atau menjadi senilai Rp630 juta. Hanya saja, dari lima sektor pajak daerah yang dikelola Bapenda, hanya dua item pajak yang diusul menaikkan target pendapatan. Sementara tiga sektor pajak lainnya justru menurun dari yang diusulkan di APBD-P 2019.

Misalnya, pada sektor pajak bea balik nama kendaraan bermotor (BBNKB) menurun 1,49% di APBD-P 2019 dari target awal sebesar Rp1,008 triliun. Lalu, pajak bahan bakar kendaraan bermotor (PBBKB) mengalami penurunan sebesar Rp29,9 juta, selanjutnya pajak air permukaan (PAP) turun 9,78% dari target awal sebesar Rp102,2 miliar.

“Ada beberapa item turun karena kami anggap sulit dicapai sampai akhir tahun. Makanya kami lakukan penyesuaian di (APBD) perubahan ini. Tadinya kita prediksi sudah normal penerimaan, ternyata belum," ujar dia.

Reza mencontohkan, di sektor BBNKB yang target pajaknya di APBD perubahan menurun karena pemberlakukan penurunan pajak progresif kendaraan dari 12,5% menjadi 10% sejak 2018 lalu. Dampaknya, capaian di sektor pajak tersebut juga belum bisa dioptimalkan.

“Itu sebenarnya masih dampak penurunan tarif BBNKB. Kita kan baru turunkan di 2018 kemarin. Artinya masih pelan-pelan ini," paparnya.

Dua sektor pajak lainnya, yakni PBBKB dan PAP juga targetnya menurun karena realisasi pendapatannya hingga saat ini belum maksimal. "Kedepannya kita intensifkan koordinasi dengan pihak terkait untuk mencapai target. Seperti PKB itu kita rencana mau intensifkan penertiban kerjasama kepolisian. Kenaikan paling besar inikan PKB," pungkas Reza.

Diketahui kenaikan pajak ini juga merupakan imbas atas pendapatan daerah Pemprov Sulsel yang ditarget naik hingga Rp9,22 triliun di APBD-P 2019. Itu terdiri dari pendapatan asli daerah Rp4,16 triliun lebih, dana transfer Rp5,66 triliun lebih, dan lain-lain pendapatan daerah yang sah Rp84,6 miliar lebih.

Hal ini disebutkan Gubernur Sulsel, Nurdin Abdullah atas persetujuan rancangan peraturan daerah (ranperda) tentang APBD-P 2019 di DPRD Sulsel, belum lama ini. "Jika dibandingkan dengan target pendapatan daerah pada APBD Pokok 2019, maka target pendapatan dalam Perubahan APBD 2019 ini meningkat Rp22,95 miliar lebih atau 0,23%," papar Nurdin.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook