alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pilkada 2020, Akseptabilitas Kandidat Golkar Harus Menjanjikan

Muhaimin Sunusi
Pilkada 2020, Akseptabilitas Kandidat Golkar Harus Menjanjikan
Golkar Sulsel mematok syarat tinggi bagi kandidat usungan pada Pilkada 2020, dimana akseptabilitasnya harus menjanjikan. Foto/Ilustrasi/SINDOnews

MAKASSAR - Golkar Sulsel bertekad memenangkan pilkada serentak tahun depan. Untuk itu, partai berlambang beringin ini mematok syarat tinggi bagi calon usungan di 12 kabupaten/kota yang akan melaksanakan pilkada 2020 mendatang.

Bukan hanya harus memiliki popularitas dan elektabilitas tinggi, namun mereka harus memiliki persentase akseptabilias yang menjanjikan.

Wakil Ketua Tim Penjaringan Pilkada DPD I Golkar Sulsel, Andi Syamsul Alam Mallarangeng, mengungkapkan partainya akan melakukan survei terlebih dahulu terhadap bakal calon. Sebelum DPD I mengirim daftar nama-nama ke DPP.



Hanya saja, Syamsul menyebutkan bahwa survei tersebut tak berfokus pada nilai popularitas dan elektabilitas. Melainkan persentase akseptabilitas yang dilimiki setiap bakal calon. “Kita akan lakukan survei awal, tapi kita fokus ke akseptabilitas. Kita tidak fokus pada nilai survei yang indikatornya popularitas dan elektabilitas,” ungkapnya di Kantor DPD I Golkar Sulsel.

Akseptabilitas menjadi tolak ukur lantaran survei ini masih survei awal. Sehingga partainya ingin melihat terlebih dahulu tingkat penerimaan masyarakat terhadap bakal calon tersebut. “Karena kita berpikir, terpenting dulu penerimaan masyarakat. Apakah kandidat ini diterima baik oleh masyarakat atau tidak. Jangan dulu bicara terpilih atau tidaknya. Bagaimana mau terpilih, jika tidak diterima oleh msayakarat,” ujarnya.

Mengenai patokan persentase akseptabilitas bagi setiap figur, Syamsul enggan menyebutkannya. Namun hal tersebut menjadi indikator penting sebagai modal awal bakal calon untuk diusung Golkar. “Tidak ada itu (nilai akseptabilitas), karena ini masih survei awal. Tapi dari sekian banyak komponen survei nantinya, kita memang fokus akseptabilitas,” terangnya.

Survei awal bakal calon ini direncanakan akan mulai dilakukan pada 12 sampai 21 November 2019. Sebelum DPD I melakukan rapat pleno untuk menetapkan nama-nama bakal calon yang direkomendasikan ke DPP. Mantan Ketua Dewan Kehormatan Daerah DPD Partai Demokrat Sulsel ini mengatakan selain akseptabilitas, setiap figur juga dinilai mengenai kapabilitasnya. Indikator ini akan dinilai langsung oleh sejumlah pakar yang akan dilibatkan Partai Golkar.

“Khusus kapabilitas, itu kita lihat di uji visi misi. Kita ingin tahu rencana mereka membangun daerah tersebut selama lima tahun ke depan. Dan untuk itu, kita akan libatkan pakar yang ada di universitas di Makassar,” tandasnya.

Salah satu calon yang mengincar Partai Golkar di Pilkada Bulukumba, Andi Hamzah Pangki, mengaku siap mengikuti aturan main partai Beringin. Apalagi dia sendiri merupakan kader Partai Golkar. “Kalau kami dari kader ya, kami siap mengikuti juknis (petunjuk teknis) dan PO (peraturan organisasi) dari DPP atau DPD 1,” kata Hamzah Pangki yang juga Ketua DPD II Golkar Bulukumba.

Ungkapan yang sama diutarakan oleh Ketua DPD II Golkar Selayar, Muh Basli Ali. Dia juga digadang-gadang mengincar rekomendasi partainya untuk maju kembali di Pilkada Selayar tahun depan. “Saya kira ini adalah petunjuk yang wajib untuk dilaksanakan. Dan Selayar siap untuk itu,” tandasnya.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook