alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Bawa Ribuan Detonator, 3 Warga Makassar Ditangkap di Pangkep

Muhammad Subhan
Bawa Ribuan Detonator, 3 Warga Makassar Ditangkap di Pangkep
Kapolres Pangkep, AKBP Tulus Sinaga saat memberikan keterangan pers terkait penangkapan 3 warga Makassar yang membawa ribuan detonator. Foto: Sindonews/Muhammad Subhan

PANGKEP - Tiga orang warga Makassar diamankan oleh Tim Opsnal Polres Pangkep, setelah membawa ribuan detonator dan sumbu penghantar untuk bom. Ketiga orang tersebut diamankan saat melintas di jalan poros Pangkep.

Kapolres Pangkep AKBP Tulus Sinaga dalam konferensi pers menjelaskan, jumlah detonator yang diamankan dari tangan para pelaku sebanyak 1200 buah dengan rincian 500 buah detonator pabrikan dan 700 rakitan. Selain ribuan buah detonator, diamankan juga 20 gulung sumbu berwarna yang berfungsi sebagai penghantar ledak.

Tiga orang yang sudah lama dicurigai sebagai pelaku penjual detonator tersebut masing-masing, MA (64 tahun), J (54 tahun) dan M (59 tahun).
"Ketiganya warga Kota Makassar, satu kelompok. ada yabg berperan sebagai penjual, kurir dan penampung," terang Tulus, Selasa (18/9/2019).



Untuk detonator pabrikan, kata Tulus, diakui para pelaku didapatkan dari wilayah Kota Kendari, Provinsi Sulawesi Tengah. Detonator yang diamankan sebanyak 12 kotak, dimana satu kotak detonator rakitan itu berisi 100 buah detonator.

Sementara untuk detonator rakitan dan sumbu penghantar mereka dapatkan di kota Makassar. Ketiga pelaku juga telah melakoni profesi ini selama puluhan tahun.

"Untuk pengembanghan kita akan koordinasikan dengan Bareskrim juga Polres Kendari," lanjutnya.

Kepada polisi, ketiganya mengakui jika ribuan detonator dan sumbu ledak ini akan dijual di wilayah Pangkep, Selayar dan Makassar yang digunakan untuk pelengkap pembuatan bom ikan.

Ia juga menyebut harga satu kotak detonator yang berisi 100 buah itu dapat dihargai dari Rp2,5 juta hingga Rp10 juta, tergantung penyebaran detonatornya hingga ke nelayan.

Sementara itu, ketiga pelaku terancam UU Darurat tahun 1951 dengan ancaman hukuman 10 tahun penjara, akibat aktivitasnya sebagai pemakai bahan peledak, perakit dan penjual



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook