alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Rakor Penyelesaian Sengketa Lahan BPP Bulukumba Berakhir Buntu

Eky Hendrawan
Rakor Penyelesaian Sengketa Lahan BPP Bulukumba Berakhir Buntu
Rakor penyelesaian sengketa lahan BPP Bulukumba berakhir buntu. Foto: SINDOnews/Ilustrasi

BULUKUMBA - Rapat koordinasi (Rakor) penyelesaian sengketa lahan Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) antara pemerintah Kabupaten Bulukumba dengan warga berakhir buntu. Warga berkeras sebagai pemilik sah lahan tersebut.

Kepala Bidang (Kabid) Pertanahan Dinas Perumahan, Pemukiman, dan Pertanahan Bulukumba, Aco Bahar mengatakan, Rakor tersebut merupakan bentuk perhatian pemerintah agar persoalan sengketa lahan ini bisa diselesaikan dengan cara kekeluargaan tanpa menimbulkan masalah.

"Rapat ini kita lakukan dengan menghadirkan pihak yang mengklaim agar persoalan ini bisa diselesaikan. Jadi di rapat tadi, semua pihak terkait kita hadirkan tapi tetap saja tidak ada kesimpulan karena pihak pengklaim ngotot," katanya, Kamis (19/9/2019).



Sekadar diketahui, lahan yang berada di Desa Bonto Tangnga, Kecamatan Bonto Tiro itu sebelumnya diklaim oleh warga setempat, yakni AKP Purn Musdar, Brigadir Purn Muslimin, dan Nursidah. Ketiganya merupakan anak dari Muh Nasir Kasi yang menjual lahan tersebut ke pemerintah tahun 1981.

Aco Bahar mengatakan, bahwa lahan seluas 1,6 hektare tersebut telah dibeli pemerintah senilai Rp4 juta dari Muh Nasir Kasi di tahun 1981. Dari dasar pembelian tersebut pemerintah mengeluarkan sertifikat kepemilikan pada tahun 2013, sehingga dianggap tidak lagi memiliki sangkutan apapun dengan pihak manapun lagi.

Baca juga: Lahan Milik Pemkab Bulukumba Diserebot, Diklaim Milik Warga

"Lahan itu sudah tuntas dan sisa menunggu waktu penertiban aset karena dasar pemerintah jelas. Proses jual beli juga lengkap dan telah ada pembayaran pada saat pembelian lahan itu," ungkapnya.

Belakangan, lahan tersebut dikuasai oleh AKP Purn Musdar, Brigadir Purn Muslimin, dan Nursidah. Mereka juga telah mendirikan bangunan peternakan ayam permanen di atas lahan tersebut. Dengan adanya aktivitas tersebut, pemerintah mengklaim jika ketiganya telah melakukan penyerobotan atas hak aset Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bulukumba.

AKP Purn Musdar yang dikonfirmasi belum memberikan tanggapan. Ia meminta agar dirinya dikonfirmasi dikediamannya di Kecamatan Bonto Tiro.



(man)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook