alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Jabatan Lowong Pimpinan Tinggi Pratama di Sulsel Terus Bertambah

Syachrul Arsyad
Jabatan Lowong Pimpinan Tinggi Pratama di Sulsel Terus Bertambah
Jabatan lowong pimpinan tinggi pratama atau setingkat eselon II lingkup Pemprov Sulsel terus bertambah. Foto/Ilustrasi/Istimewa

MAKASSAR - Pemprov Sulsel kembali melakukan rotasi pejabat pimpinan tinggi pratama atau setingkat eselon II. Kursi kosong di jabatan strategis itu pun semakin bertambah karena belum diisi pejabat definitif.

Rotasi pejabat eselon II ini terjadi setelah Sekretaris Daerah (Sekprov) Provinsi Sulsel, Abdul Hayat Gani, melantik Andi Hasbi sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Kesejahteraan Rakyat di ruang rapat sekda Kantor Gubernur Sulsel, Kamis (19/9/2019) kemarin.

Pelantikan ini turut dihadiri beberapa pimpinan OPD lingkup Pemprov Sulsel. Hasbi sebelumnya diketahui menjabat sebagai Kepala Dinas Pengelolaan Lingkungan Hidup (Kadis PLH) Sulsel.



Dia digeser mengisi posisi yang sebelumnya kosong, sepeninggal Jufri Rahman yang sebelumnya menduduki jabatan itu lolos di jabatan baru sebagai Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Otonomi Daerah Kemenpan-RB.

Sekda Sulsel, Abdul Hayat Gani, mengaku rotasi pejabat adalah hal lumrah bagi ASN. Dirinya pun hanya melaksanakan tugas pelantikan ini berdasarkan perintah Gubernur Sulsel yang belum berkesempatan melantik karena agenda lain di Jakarta.

“Namanya rotasi, mutasi, promosi, demosi itukan suatu hal yang lumrah di ASN. Jadi kalau ada pertimbangan-pertimbangan begitu, ya sekretaris daerah melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya," tutur Hayat.

Dengan digesernya Andi Hasbi ke posisi baru, maka jabatan kepala DPLH Sulsel otomatis lowong. Untuk pejabat sementara atau pelaksana tugas (plt) yang bakal mengisi, Hayat mengaku masih menunggu koordinasi dari Gubernur Sulsel untuk SK penetapan Plt Kepala DPLH Sulsel. “Belum ada. Sebentar lagi kita serahkan SK. Nanti pak gubernur yang mungkin langsung menyerahkan (SK penetapan Plt Kepala DPLH)," tambah Hayat.

Diketahui, sedianya pelantikan ini digelar Rabu (18/9) lalu. Namun sempat tertunda karena pejabat yang dilantik sedang berada di luar Kota Makassar. Dengan digesernya pejabat ini, maka status jabatan lowong di perangkat daerah Pemprov Sulsel semakin bertambah, karena statusnya hanya diisi kepala dinas/badan berstatus Plt.

Tercatat, adapun beberapa OPD lain yang pejabatnya kosong. Di antaranya yakni Kesbangpol, Dinas Pendidikan, Dinas Kehutanan, Bappeda, dan Dinas Sosial. Selain itu, adapula Dinas Kesehatan dan Inspektorat yang saat ini masih dijabat pelaksana tugas (plt). Termasuk Dinas Perhubungan, dan Biro Pembangunan serta Biro Umum Setda Sulsel, serta Sekretaris DPRD Sulsel.

Meski belum memastikan jadwalnya, Hayat mengaku, pemprov akan segera mempersiapkan proses lelang jabatan untuk pengisian jabatan pimpinan tinggi pratama itu. Dia mengaku, karena kesibukan agenda di Pemprov Sulsel, makanya lelang jabatan belum sempat dimulai. 



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook