alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Wanita Korban Pemerkosaan Tak Boleh Gugurkan Janin, Bisa Dibui!

Sri S Syam
Wanita Korban Pemerkosaan Tak Boleh Gugurkan Janin, Bisa Dibui!
Sudah jatuh tertimpa tangga, demikian mungkin gambaran nasib yang akan menimpa kaum hawa yang menjadi korban pemerkosaan. Foto : SINDOnews/Ilustrasi

MAKASSAR - Sudah jatuh tertimpa tangga, demikian mungkin gambaran nasib yang akan menimpa kaum hawa yang menjadi korban pemerkosaan.

Para wanita baik yang masih di bawah umur maupun yang telah berusia dewasa bakal dipenjara jika nekat menggugurkan janinnya, meski Ia adalah korban pemerkosaan dan bayi tersebut akibat perbuatan pemerkosa.

Berdasarkan penelusuran SINDOnews, aturan tersebut termuat dalam Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP) yang rencananya akan disahkan DPR RI pada 24 September 2019 mendatang.



Adapun RKUHP terkait aborsi yang rentan mendiskriminasi perempuan korban perkosaan, yakni ada di Pasal 251, Pasal 415, dan Pasal 470. Pasal 470, misalnya, mengatur kalau setiap perempuan yang menggugurkan kandungannya atau meminta orang lain menggugurkan kandungannya dapat dipidana maksimal empat tahun.

Meski pada dasarnya, aborsi itu dilarang di Indonesia sebagaimana diatur dalam Pasal 75 Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan. Namun dalam ayat (2) pasal itu, terdapat pengecualian untuk korban pemerkosaan dan ibu dalam keadaan gawat darurat.

Pada Pasal selanjutnya, 76, terdapat penjelasan bahwa praktik aborsi untuk korban pemerkosaan dapat dilakukan saat usia kehamilan maksimal enam minggu.



(sss)

loading...
Berita Terkait
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif