alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Adu Rayu Kandidat untuk Dapatkan Rekomendasi PDIP

Muhaimin
Adu Rayu Kandidat untuk Dapatkan Rekomendasi PDIP
Dalam tes wawancara bakal calon kepala daerah, para kandidat mengajukan tawaran terbaik untuk membujuk PDIP memberikan rekomendasi pada pilkada 2020. Foto/Ilustrasi/SINDOphoto.

MAKASSAR - Tes wawancara untuk bakal calon kepala daerah mulai dilakukan di Kantor PDIP Sulsel. Tahap pertama berlangsung Kamis (19/9/2019), diikuti 23 kandidat dari empat kabupaten meliputi Toraja Utara, Tana Toraja, Maros dan Gowa. Para kandidat pun mulai melakukan adu rayu dan mengumbar janji demi mendapatkan rekomendasi PDIP di pilkada serentak 2020.

Dalam tes wawancara tersebut, seluruh kandidat menyatakan komitmen sekaligus memberikan tawaran menarik ke partai pemenang pemilu itu. Mulai dari membesarkan partai dan mendukung partai di daerah, jika kelak dipercaya diusung pada Pilkada serentak masing-masing daerah.

Salah satunya, kandidat dari Toraja Utara, Budi Palilu. Dia mengaku dicecar sebanyak 12 pertanyaan dengan waktu yang tidak sebentar. “Banyak pertanyaan, barangkali ada 12. Saya dari tadi itu hampir 1 jam. Saya cukup lama di dalam, semua menanyakan bagaimana pengembangan PDIP di sana (toraja Utara),” katanya.



Dia mengaku memberikan tawaran menarik ke PDIP di Toraja Utara. Khususnya pengadaan sekretariat permanen. “Selama lima tahun ini di Toraja Utara, (sekretariat) PDIP tiga kali pindah tempat. Saya tidak tahu mereka suka kontrak atau bagaimana. Tapi kalau saya terpilih, saya bangunkan sekretariat permanen supaya jangan kontrak-kontrak,” ujar Budi.

Kader dari Partai Perindo ini menuturkan PDIP adalah partai besar nasional. Sehingga kata dia, di daerah juga harus demikian. “PDIP ini partai besar. Dari pusat ke daerah juga harus besar. Kalau pindah-pindah (sekretariat) terus kan jadi repot,” ujarnya.

Hal sama juga ditawarkan oleh bakal calon dari Toraja Utara, Sindra Maraya Bangri. Kepada PDIP, dia menawarkan akan memberdayakan kader partai di Toraja Utara. Bahkan siap bergabung andai nantinya dia di usung pada Pilkada 2020.

“Kita ingin berbuat yang terbaik untuk partai pengusung, termasuk PDIP. Kalau PDIP memberikan kepercayaan, kita akan bantu PDIP untuk mengambil hati masyarakat Toraja Utara. (siap bergabung?) kenapa tidak,” kata Sindra.

Adapun bakal calon dari Maros, Devo Khaddafi, juga memberikan tawaran menarik ke PDIP. Dia mengaku siap berkomitmen untuk berjuang bersama partai Banteng Moncong Putih ini di Pilkada Maros 2020. Keseriusan itu dibuktikan Devo dengan mengambil dan mengembalikan formulir hingga mengikuti tes wawancata di DPD PDIP Sulsel. Meski pun sedianya PDIP di Maros tak memiliki satu kursi.

“Pada 2010 waktu saya maju di Pilkada Maros, saya sudah bersama PDIP. Jadi ini bukan hal baru bagi saya. Kemudian saya melihat bahwa memang kekuatan saat ini ada pada PDIP. Dan saya ingin mengajak PDIP untuk berjuang kembali bersama-sama,” ungkapnya.

Sementara itu, bakal calon dari Gowa, Darmawangsyah Muin, juga telah mengikuti tes wawancara di DPD PDIP Sulsel. Menariknya, Wawan sapaanya hanya kurang dari 10 menit, keluar ruangan tes wawancara.

“Cuma satu pertanyaannya. Tapi intinya kan komunikasi ini sudah terjalin sangat lama, dan saya dengan PDI Perjuangan sudah sepaham tentang arah pembangunan Gowa ke depan. Saya rasa cuma memastikan saja, kalau PDI Perjuangan memberikan dukungannya, tentu kita akan arahkan Gowa ke mana,” katanya.

Ketua Organisasi, Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) DPD Gerindra Sulsel ini tak lupa memberikan tawaran menarik ke PDIP. Wawan berjanji akan membesarkan PDIP di Gowa.

“Karena kita mau PDIP di Gowa kembali ke kejayaan sebelumnya. 2014 lalu kan PDIP mendapatkan 4 kursi, tapi tahun ini cuma 2 kursi. Jadi saya melihat potensi PDIP sekarang ini sebagai partai yang meroket di Sulsel, seharusnya juga ikut naik di Gowa. Kami akan besarkan PDIP,” janjinya.

Ketua Badan Pemenangan Pemilu (Bappilu) DPD PDIP Sulsel, Husain Junaid menuturkan, proses wawancara bakal calon ini tak mengekang. Figur diberikan keleluasaan untuk mengikuti tes wawancara ini. Sehingga, bagi bakal calon dari empat daerah tersebut yang tidak bisa hadir di hari pertama (19/9), masih bisa datang di hari lain. Asalkan hingga batas waktu pada Senin (23/9) mendatang.

“Jadi sifatnya dinamis. Kalau orangnya punya waktu di hari lain, ya hari itu dia diwawancara. Tapi memang kita punya jadwal sendiri untuk bakal calon di setiap daerah,” pungkasnya.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif