alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Lampu Pelita Meledak, Ibu dan 3 Anaknya di Maros Terbakar

Najmi Limonu
Lampu Pelita Meledak, Ibu dan 3 Anaknya di Maros Terbakar
Lampu pelita minyak tanah meledak di Maros. Foto: Ilustrasi/istimewa

MAROS - Empat orang warga Dusun Bahagia, Desa Bontomanurung, Kecamatan Tompobulu, Kabupaten Maros menjadi korban ledakan lampu pelita minyak tanah, Kamis (19/9/2019) malam.

Empat korban ledakan lampu pelita ini masih merupakan satu keluarga. Mereka adalah Ramlia (35), beserta tiga orang anaknya, Putri (7), Fitri (4) dan Ibrahim (1).

Kapolsek Tompobulu, Iptu Saharuddin membenarkan adanya kejadian tersebut. Dia menerangkan, bahwa sebelum kejadian, tiga korban yang merupakan anak dari Ramlia sementara berkumpul di ruang tengah rumahnya. Mereka bermain di dekat lampu pelita minyak tanah yang sementara menyala.



Nahas, lampu itu meluap hingga meledak. Apinya kemudian membakar lantai beserta tiga anak pasangan Jaga (48) dan Ramlia (35) ini.

"Ketiga anak yang jadi korban ini sedang bermain di dekat lampu minyak tanah dan tiba-tiba saja meluap dan apinya menjalar di lantai rumah," urai Iptu Saharuddi.

Si ibu yang tengah di dapur, segera mendatangi anaknya dan berusaha memadamkan api yang menjalar di lantai rumahnya. Sayangnya, aksi Ramlia itu membuat api yang menyala, ikut menyambar tubuhnya.

"Keempat korban sementara mendapatkan perawatan pertolongan pertama di Puskesmas Tompobulu," sambung Saharuddin.

Dia menambahkan, bahwa saat ini kondisi korban sudah mulai membaik. Meski masih ada dua korban yang dirujuk ke RSUD Salewangang, Maros.

"Satu yang tua Putri dan paling kecil yang bayi Ibrahim dirujuk karena ditakutkan ada apa-apa," sebutnya.

Ditemui terpisah, Ramlia mengungkapkan, bahwa saat kejadian dia tak tahu harus berbuat apa. Sebab saat kejadian suaminya sedang tidak di rumah.

"Yang saya ingat, waktu kejadian saya berusaha menolong anak sendiri. Saya lihat api membakar bajunya sama badannya anakku. Saya tidak tahu harus bagaimana. Pokoknya saya berusaha bagaimana bisa memadamkan api, sambil saya guyur sambil teriak juga. Tapi memang namanya pedesaan sepi," cerita Ramlia saat ditemui di rumah sakit.



(man)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif