alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Jumat Keramat, Kejari Bulukumba Tetapkan 3 Tersangka Korupsi Tahura

Eky Hendrawan
Jumat Keramat, Kejari Bulukumba Tetapkan 3 Tersangka Korupsi Tahura
Salah seorang tersangka kasus dugaan tindak pidana korupsi pejualan lahan taman hutan raya (Tahura) seluas 41,3 hektare. Foto: SINDOnews/Eky Hendrawan

BULUKUMBA - Tim penyidikan pidana khusus (Pidsus) Kejaksaan Negeri (Kejari) Bulukumba menetapkan tiga orang tersangka dalam kasus dugaan tindak pidana korupsi pejualan lahan taman hutan raya (Tahura) seluas 41,3 hektare. Kasus ini diduga menimbulkan kerugian negara Rp3 miliar.

Ketiga tersangka tersebut yakni, mantan Camat Bonto Bahari berinisial AM dan dua orang warga MU dan MN yang berperan sebagai pemilik lahan Tahura yang terletak di Kelurahan Tanah Lemo, Kecamatan Bonto Bahari.

MU dan MN dikenakan pasal 2 ayat 1 junto pasal 18 UU nomor 31 tentang tindak pidana korupsi yang telah diubah dan ditambah nomor 20 tahun 2001 junto pasal 53 ayat 1 KUHP junto pasal 55 ayat 1 ke 1, subsider pasal 3 junto pasal 18 UU nomor 31.



Sedangkan AM dikenakan pasal 2 ayat 1 junto pasal 18 tahun 1999 yang telah diubah dan ditambah nomor 20 tahun 2001 junto pasal 53 ayat 1 KUHP junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP subsider pasal 3 junto pasal 18 UU nomor 3 tahun 1999 tentang tindak pidana korupsi.

Kepala seksi (Kasi) Intel Kejari Bulukumba, Muh Safrul mengatakan, bahwa pasal yang dikenakan kepada ketiga tersangka tersebut merupakan hasil dari penyidikan yang dilakukan dengan dua alat bukti sebagai dasar penetapan tersangka.

"Ketiga tersangka dianggap telah memenuhi syarat dengan dua alat bukti untuk ditetapkan sebagai tersangka atas kasus penjulan lahan ini," katanya, Jumat (20/9/2019).

Safrul menerangkan, pengenaan pasal kepada ketiganya terdapat beberapa unsur jika MU dan MN memenuhi syarat ditetapkan sebagai tersangka dengan berperan sebagai pihak yang mengklaim sebagai pemilik lahan Tahura yang dijual.

"MN maupun MU berperan sebagai pihak yang mengklaim sebagai pemilik lahan sehingga dikenakan pasal 5 ayat 1 tentang penyuapan. Jadi dia menyuap AM untuk menerbitkan Sertipikat Tahura itu," terangnya.

Kasi Pidsus Kejari Bulukumba, Tirtha Massaguni menambahka, kasus jual beli ini masih akan didalami. Dimana dalam proses pembayaran pertama pada tanggal 2 Agustus 2017 sebesar Rp200 juta dan pembayaran kedua sebesar Rp2,8 miliar.

"Jadi indikasinya adalah, AM dalam menerbitkan akta jual beli selaku Camat dan PPATS. Dia menerbitkan surat-surat yang berkaitan dengan dokumen kepemilikan tanah MU dan MN, karena tidak memiliki dasar sehingga MU dan MN melakukan penyuapan kepada AM," terangnya.

Dari hasil penahanan ketiganya, kejaksaan menyita sejumlah dokumen dan satu unit mobil milik MU yakni jenis Toyota Yaris dengan nomor polisi DD 234 ZW yang diduga kuat merupakan hasil dari penjualan lahan Tahura tersebut.



(man)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook