alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Jerman, Inggris, Prancis Salahkan Iran Soal Serangan Minyak Saudi

Agus Nyomba
Jerman, Inggris, Prancis Salahkan Iran Soal Serangan Minyak Saudi
Kondisi kilang minyak Saudi usai diserang menggunakan pesawat tanpa awak beberapa waktu lalu. Foto: Istimewa

NEW YORK - Sebanyak 3 negara yakni Jerman, Inggris dan Prancis turut menyalahkan Iran, terkait serangan kilang minyak Arab Saudi 14 September lalu.

Para pemimpin mengatakan dalam sebuah pernyataan bersama dengan tuduhan bahwa seorang mantan pejabat Amerika Serikat (AS) diinterogasi.

Ketiga negara, semua penandatangan kesepakatan nuklir Iran, mengeluarkan pernyataan pada hari Senin karena Perdana Menteri Inggris Boris Johnson mengisyaratkan bahwa Inggris dapat menarik diri dari perjanjian 2015.



Serangan pesawat tak berawak itu, yang dilakukan pada 14 September terhadap fasilitas minyak Saudi telah semakin meningkatkan ketegangan di kawasan itu, menyusul penarikan Presiden AS Donald Trump dari kesepakatan Iran tahun lalu.

Johnson bertemu dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron dan Kanselir Jerman Angela Merkel pada hari Senin di sela-sela pertemuan tahunan para pemimpin dunia PBB, untuk mengoordinasikan strategi mereka di Iran.

"Jelas bagi kami bahwa Iran memikul tanggung jawab atas serangan ini. Tidak ada penjelasan masuk akal lainnya," kata tiga pemimpin dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh Perancis dilansir dari Sputnik.

Tiga pemimpin berjanji untuk mencoba meredakan ketegangan di Timur Tengah dan mendesak Iran untuk menahan diri dari memilih provokasi dan eskalasi.

Tetapi pada saat yang sama, Johnson juga menyarankan sebelumnya bahwa Inggris akan mempertimbangkan untuk mengambil bagian dalam upaya militer yang dipimpin AS, untuk meningkatkan pertahanan Arab Saudi di Teluk - sebuah langkah yang Teheran anggap sebagai provokasi.

Menanggapi tuduhan itu, Menteri Luar Negeri Iran Javad Zarif mengatakan, serangan militer oleh negaranya akan sepenuhnya menghancurkan fasilitas produksi minyak utama Arab Saudi.

"Jika Iran berada di balik serangan ini, tidak ada yang tersisa dari kilang ini," kata Zarif kepada wartawan di New York.

Zarif mengatakan gerilyawan Houthi Yaman, yang mengaku bertanggung jawab, "memiliki semua alasan untuk membalas" atas serangan udara koalisi pimpinan Saudi di negara mereka.

Dia juga menekankan bahwa menjelang kunjungan Presiden Iran Hassan Rouhani ke Perserikatan Bangsa-Bangsa di New York City akan sangat bodoh bagi Iran untuk melakukan kegiatan semacam itu.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook