alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

IE-CEPA Beri Kemudahan Ekspor Bagi Pengusaha Sulsel

Marhawanti Sehe
IE-CEPA Beri Kemudahan Ekspor Bagi Pengusaha Sulsel
Dinas Perdagangan Sulsel bersama Kementerian Perdagangan dan GPEI Sulsel menggelar sosialisasi terkait perundingan perdagangan Indonesia EFTA (IE) CEPA di Hotel The Rinra. Foto: Istimewa

MAKASSAR - Dinas Perdagangan Sulawesi Selatan (Sulsel) bersama Kementerian Perdagangan dan Gabungan Pengusaha Ekspor Indonesia (GPEI) Sulsel menggelar sosialisasi terkait perundingan perdagangan Indonesia EFTA (IE) Comprehensive Economic Partnership Agreement (CEPA) di Hotel The Rinra, Kamis (26/9/2019).

Kepala Dinas Perdagangan Sulsel, Hadi Basalamah mengatakan, perundingan perdagangan internasional antara Indonesia dan EFTA (Islandia, Liechtenstein, Norwegia, dan Swiss) membuka peluang serta keuntungan bagi para pengusaha Sulsel. Karena memungkinkan untuk melakukan ekspor dengan keringanan tarif hingga 0% ke negara tujuan serta terbebas dari diskrimasi komoditas ekspor.

Menurut dia, peluang tersebut didukung oleh adanya fasilitas dan layanan Makassar New Port (MNP) yang kini sudah bisa melakukan direct call langsung ke negara-negara tujuan ekspor baik di Eropa, Amerika, dan negara lain di Asia. Sehingga pasar dunia semakin terbuka untuk dimanfaatkan oleh para pengusaha ekspor.



"Dampaknya untuk kita di Sulsel, alhamdulillah kita di Sulsel sudah melakukan direct ekspor jadi opportunity market kita sudah sampai ke negara yang bersangkutan jadi beban biaya cost logistik antar daerah sudah berkurang," kata Hadi, sapaan akrabnya.

Dia menuturkan, hal ini merupakan bentuk daya saing, sebagai contoh kalau mau ke Amerika butuh 56 hari, sekarang sudah bisa 40 hari saja berapa biaya murahnya itu bisa mengirit.

“Ini kan memotivasi pelaku usaha di Sulsel untuk memanfaatkan fasilitas ini dan segala kebijakan yang telah dibuat untuk memudahkan," tambah dia.

Lebih lanjut, dia menjelaskan, ekspor yang terus menerus dilakukan secara berkelanjutan akan memberikan dampak yang signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi Sulsel. Karena selain investasi dan belanja fiskal, penopang utama perekonomian adalah ekspor. Hadi berharap MNP tidak hanya dapat dimanfaatkan oleh ekspor Sulsel saja, tapi juga oleh 17 provinsi yang ada di Kawasan Timur Indonesia (KTI) sehingga ke depan bisa menjadi Hub Internasional.

Tidak hanya itu, dia mengaku senantiasa menyusun strategi baru untuk menciptakan pasar baru dengan segala kemudahan ekspor yang tersedia saat ini baik dari sisi perizinan maupun layanan direct call. Sehingga saat ini, kata dia, Sulsel tengah membidik pasar Afrika dan Timur Tengah.

"Kita mulai mengatur strategi baru tidak hanya mengandalkan market tradisional tapi ada pasar baru yang kita target, insyaallah ke depan Eropa sudah selesai, kita coba ke Afrika dan dan Timur Tengah karena ada opportunity yang besar Sehingga ekspor kita bisa ke tempat lain," ujarnya.

Kata dia, saat ini Sulsel telah menjalin kerjasama dengan 85 negara untuk ekspor baik komoditas perkebunan seperti kakao, kopi maupun kehutanan seperti kayu serta kelautan seperti rumput laut dan udang.

"Kami dari Dinas Perdagangan terus melakukan koordinasi dengan atase perdagangan jadi marketing kita di luar, untuk membaca market survei di negara jadi dia kirim script komoditas ke kita. Bagaimana (permintaan komoditas) Timur Tengah dan Afrika? Jadi kita panggil eksportir, dan kita sampaikan bahwa ada peluang jual komoditas di sana," ungkapnya.



(man)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook