alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Polisi Diminta Jeli Tangani Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa

Koran Sindo
Polisi Diminta Jeli Tangani Aksi Unjuk Rasa Mahasiswa
Gelombang aksi unjuk rasa mahasiswa terjadi dalam beberapa hari terakhir dan tak jarang berujung kericuhan. Foto: SINDOnews/Maman Sukirman.

MAKASSAR - Gelombang demonstrasi mahasiswa terjadi di Kota Makassar dalam beberapa hari terakhir. Ironisnya, aksi unjuk rasa mahasiswa kerap berujung anarkis. Jatuh korban dari pihak mahasiswa, kepolisian maupun warga. Demo mahasiswa sendiri disinyalir disusupi.

Rektor Unismuh Makassar, Prof Abdul Rahman Rahim, meminta aparat kepolisian agar lebih jeli dalam penanganan demonstrasi mahasiswa. Ia tidak menampik terkadang mahasiswanya berulah yang menimbulkan kericuhan. Tapi, hal itu ditengarai karena diprovokasi oknum.

Seperti yang terjadi pada demo mahasiswa di depan Kampus Unismuh Makassar, Selasa lalu. Rahman mengakui mahasiswanya terlibat kericuhan. Namun, dia menduga ada oknum masyarakat yang mencoba menprovokasi sehingga sehingga terjadi kerusuhan.



“Ini yang perlu pihak kepolisian perhatikan betul. Saya kira pihak kepolisian harus jeli melihat lalu mengelompokkan, mana pengunjuk rasa murni, yang ikut ambil bagian untuk menchaoskan ini. Ini yang penting dari kepolisian,” harap Rahman.

Dia juga mengapresiasi langkah yang ditempuh Kapolda Sulsel yang secara kelembagaan meminta maaf kepada publik atas kejadian ulah oknum anggota kepolisian yang represif menangani pendemo. Rahman mengaku ada baiknya Kapolri RI juga melakukan hal yang sama untuk meredakan situasi sosial saat ini.

Rahman mengaku selama ini dirinya memberikan izin kepada mahasiswa untuk menyampaikan aspirasi lewat demonstrasi. Selama itu sesuai aturan, tidak mengganggu ketertiban umum, dan tindakan anarkis. Namun, opsi meliburkan mahasiswa dan aktivitas kampus akan ditempuh jika kondisi tidak baik.

“Sepanjang dilakukan secara damai tanpa anarkis, saya kira aturan menyatakan itu sah-sah saja. Tapi kita akan ambil opsi libur jika itu gagal, ini hasil koordinasi kami bersama bapak gubernur,” ujar dia.

Senada, Wakil Rektor Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Prof Laode Husen, mengatakan pihaknya sudah meliburkan mahasiswa dan segala aktivitas kampus. Hal ini dilakukan semata-mata meredam situasi sosial sampai dinilai kondusif.

“Kami tutup kampus dan semua aktivitas ditiadakan sampai hari Minggu sekalipun. Semua aktivitas dihentikan termasuk kegiatan kemahasiswaan dalam kampus dihentikan sementara," sebut Laode.

Dia menyambut baik rencana adanya dialog dengan unsur forkompimda. Langkah ini dinilai memang solusi yang baik dalam mengatasi masalah saat ini. “Saya sangat setuju, mari sama-sama buka forum dengan komponen masyarakat termasuk khusunya mahasiswa. Saya kira kita libatkan unsur forkopimda,” pintanya.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook