alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Barang Bukti Pemukulan 3 Jurnalis Diserahkan ke Propam Polda Sulsel

Tri Yari Kurniawan
Barang Bukti Pemukulan 3 Jurnalis Diserahkan ke Propam Polda Sulsel
Tim advokasi bantuan hukum kekerasan jurnalis dari LBH Pers menyerahkan barang bukti pemukulan 3 jurnalis ke Propam Polda Sulsel. Foto: Istimewa.

MAKASSAR - Tim advokasi bantuan hukum kekerasan jurnalis yang tergabung dalam Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Pers Makassar menyerahkan barang bukti ke Propam Polda Sulsel, Senin (30/9/2019). Barang bukti yang diserahkan berupa 2 video, 3 baju korban, 9 lembar hard copy foto (dua foto per lembar), soft copy 1 keping DVD dan riwayat perawatan di RS Awal Bros Makassar.

Penyerahan barang bukti itu merupakan tindak lanjut laporan pemukulan terhadap tiga jurnalis Makassar saat meliput demo mahasiswa di depan Kantor DPRD Sulsel, Selasa, (24/9/2019) lalu. Ditengarai tiga jurnalis itu dipukuli oleh oknum aparat kepolisian yang bertugas melakukan pengamanan.

"Intinya hari ini tahapan laporan kita lakukan, baik pidana dan etik di Propam untuk perkembangan nya masih proses," Direktur LBH Pers Makassar, Fajriani Langgeng, dalam keterangan persnya.



Tim Kuasa Hukum dari LBH Pers, Kadir Wokanubun, mengungkapkan laporan yang diajukan pihaknya secara umum terbagi dua. Pertama, tindak pidana umum terkait pelanggaran pasal 170 dan pasal 351.

"Yang kedua kita ke Propam karena yang terlibat ini adalah aparat, olehnya itu Propam harus memeriksa anggotanya yang melakukan tindakan pemukulan dan pengeroyokan," tegas Kadir.

Kadir menjelaskan ketiga korban mengalami luka-luka lebam dan bagi tim advokasi hukum, hal itu merupakan tindak pidana. "Padahal teman-teman dalam menjalankan tugas liputan selaku jurnalis dengan atribut lengkap," jelasnya.

"Kami menagih komitmen kepolisian perihal perlindungan jurnalis ketika meliput di lapangan, karena inikan bukan insiden pertama. Nah itu jadi bukti polisi tidak pernah memberikan rasa aman bagi jurnalis ketika melaksanakan kerja-kerja Jurnalistik," paparnya.

"Kami minta Kapolda Sulsel untuk mengambil tindakan tegas dari segi etik kepolisian juga tindak pidananya," tandas Kadir.

Sekadar diketahui, tiga jurnalis mendapat kekerasan dari aparat kepolisian saat melakukan tugas liputan aksi penolakan pengesahan UU KPK dan Revisi KUHP, RUU pertanahanan, di depan Gedung DPRD Sulsel Jalan Urip Sumoharjo Makassar, Selasa (24/9/2019). Mereka adalah Muhammad Darwin Fathir, jurnalis ANTARA; Saiful, jurnalis inikata.com (Sultra) dan Isak Pasabuan, jurnalis Makassar Today.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook