alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Ibu Kandung Otaki Pembunuhan Anaknya, 2 dari 5 Eksekutor Diciduk

iNews.id
Ibu Kandung Otaki Pembunuhan Anaknya, 2 dari 5 Eksekutor Diciduk
Seorang ibu kandung dan dua pembunuh bayaran digelandang ke Markas Polres Indramayu setelah terlibat pembunuhan berencana terhadap Caruddin. Foto: iNews/Toiskandar.

INDRAMAYU - Kepolisian mengungkap kasus pembunuhan berencana di Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Terungkap, otak pembunuhan terhadap Caruddin (32) adalah ibu kandungnya, DRH (50). Sang ibu bahkan menyewa lima pembunuh bayaran untuk menghabisi nyawa anaknya.

Saat ini, kepolisian sudah menangkap dua dari total lima eksekutor pembunuhan terhadap Caruddin. polisi masih mengejar tiga pelaku lain yang sudah ditetapkan masuk dalam daftar pencarian orang (DPO).

Dua pembunuh bayaran itu berinisial WS dan WD. Bersama DRH, dua eksekutor pembunuh Caruddin itu sudah ditahan oleh petugas Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Indramayu.



Kasus pembunuhan ini terungkap setelah penemuan mayat seorang laki-laki pada 27 Agustus 2019 lalu di kawasan hutan lindung Gunung Kalong, Desa Cikawung, Kecamatan Terisi, Kabupaten Indramayu. Korban diketahui bernama Carudin (32).

“Kami mendapat laporan mengenai penemuan mayat. Kami kemudian mengidentifikasi korban yang ternyata berinisial C, warga Indramayu” kata Kapolres Indramayu AKBP Mohammad Yoris Marzuki di Mapolres Indramayu, Senin (30/9/2019).

Dari hasil pengembangan, petugas Satreskrim Polres Indramayu menemukan ternyata mobil korban telah dititipkan seorang tersangka kepada saksi. Polisi akhirnya berhasil menangkap dua pelaku yang membunuh Carudin, yakni WS seorang paranormal dan WD, eksekutor pembunuhan korban.

“Hasil pengembangan, ternyata otak pembunuhan ini ibu kandung dari korban berinisial DRH,” ujarnya.

Menurut keterangan para pelaku, mereka membunuh korban dengan memukulnya berkali-kali menggunakan batu. Dari tangan pelaku, polisi menyita beberapa barang yang dijadikan sebagai alat bukti. Di antaranya yakni satu unit mobil milik korban, uang tunai, dan batu yang digunakan memukul korban hingga tewas.

Yoris mengatakan peristiwa pembunuhan ini berawal dari kekecewaan sang ibu yakni DRH dengan kelakuan anaknya. Korban sering menjual harta benda ibunya. DRH lalu meminta kepada pelaku WS yang mengaku seorang paranormal untuk menyembuhkan kelakuan anaknya.

Namun, karena sang anak ini tetap tidak berubah, timbul niat untuk menghabisi nyawa anak semata wayangnya. DRH lalu membayar lima orang pelaku dengan upah sebesar Rp20 juta.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook