alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kisah Heroik Pendeta Selamatkan Keluarga Asal Makassar di Wamena

Okezone
Kisah Heroik Pendeta Selamatkan Keluarga Asal Makassar di Wamena
Seorang ibu rumah tangga asal Makassar, Annur (40) menceritakan kisah heroik pendeta menyelamatkan keluarganya saat kerusuhan di Wamena. Foto: Okezone/Herman.

MAKASSAR - Sejumlah warga asal Makassar menjadi korban kerusuhan di Wamena, Papua. Tragedi berdarah yang merenggut puluhan nyawa itu menyisakan trauma mendalam. Tak heran, banyak di antaranya yang memilih pulang kampung karena tidak mau mengambil resiko di perantauan.

Terlepas dari mencekamnya kondisi di Wamena, banyak kisah terkait toleransi warga di tengah konflik tersebut. Salah satunya ihwal aksi heroik pendeta di Wamena yang menyelamatkan satu keluarga asal Makassar, saat massa hendak membakar rumah perantau.

Sang pendeta bahkan bertaruh nyawa. Ia bersikukuh menyelamatkan satu keluarga asal Kota Daeng meski mendapatkan ancaman dari massa perusuh. Hal itu diutarakan oleh Annur (40), seorang ibu rumah tangga yang keluarganya diselamatkan oleh pendeta tersebut.



Annur bercerita pada hari tragedi berdarah itu terjadi, Senin (23/9/2019), dirinya menjemput anaknya di sekolah setelah mengetahui ada demo besar-besaran. Wanita yang kini mengungsi di rumah keluarganya di Makassar ini menyaksikan aksi anarkistis massa dalam perjalanan pulang ke rumah.

Ia dan suaminya serta anaknya mulanya bertahan tinggal di rumah. Annur merasa berdiam di rumah merupakan tempat paling aman. Ada sekitar dua jam, satu keluarga ini mengurung diri di rumah. Sampai akhirnya massa perusuh mendekati rumahnya dan berniat membakar kediamannya.

Suami Annur mulai panik tatkala massa mulai membakar rumahnya. Terlebih, massa perusuh itu tidak ada yang dikenalnya. Selama ini, orang-orang di Wamena dikenalnya sangat ramah. Karenanya, ia juga heran mengapa massa bisa begitu beringas.

"Suami saya bilang kalau kita dalam rumah kita bisa habis terbakar. Jadi kami semua keluar," Annur bercerita.

Dalam situasi kacau tersebut, ia bercerita ada pendeta yang secara heroik menyelamatkan dirinya dan keluarganya. "Saya diselamatkan oleh pak pendeta saat saya ke luar rumah dan anak-anakku. Kami hampir dibunuh," ujar Annur.

Bahkan, kata Annur, pendeta yang menolong juga mendapat ancaman dari kelompok perusuh tersebut. Pendeta diancam akan dibunuh jika membantu keluarganya dari kebakaran rumah itu.

"Pak pendeta selamatkan saya. Sampai-sampai pendeta diancam akan dibunuh. Dia bilang kalau pak pendeta lindungi mereka-mereka pak pendeta juga dibakar. Pak pendeta saat ini masih aman. Mudah-mudahan dia selamat di sana. Dia sudah selamatkan saya," kata Annur sedih.

Lebih lanjut, ia bercerita selama tinggal di Papua selama 20 tahun, warga asli sangat ramah dan bersahabat. Namun, saat kerusuhan terjadi, lanjutnya, massa perusuh itu disinyalir bukanlah orang asli Wamena. Ia, bahkan pendeta tidak mengenali massa perusuh itu.

"Kalau warga Papua, mereka baik beradaptasi dan bersosialisasi baik. Tidak ada perbedaan antara rambut keriting, kami semua sama tidak ada perbedaan. Saya sudah 20 tahun (di Papua). Dari saya masih nona-nona ikut sama kakek di Wamena," tandasnya.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook