alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kuli Bangunan Sembunyikan Sabu 10 Kg dalam Tumpukan Pasir

Sindonews
Kuli Bangunan Sembunyikan Sabu 10 Kg dalam Tumpukan Pasir
Seorang kuli bangunan di Batam ditangkap dengan barang bukti sabu seberat 10 kg. Foto: SINDOnews/Dicky Sigit Rakasiwi

BATAM - Ada-ada saja modus pelaku kasus narkoba dalam menyembunyikan barang haram tersebut. Tidak jarang, mereka menyimpan narkoba di tempat-tempat yang tidak terduga. Seperti yang dilakukan SK (33), warga Kota Batam, Provinsi Kepri.

SK ditangkap petugas Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Kepri dengan barang bukti sabu seberat 10 kg. Serbuk haram itu disembunyikan pelaku yang ditengarai sebagai kurir narkoba di dalam tumpukan pasir dan di atas plafon rumah.

Kepala BNN Kepri, Brigjen Richard Nainggolan, mengatakan total barang bukti sabu yang diamankan petugas dari SK sebanyak 10.394 gram atau lebih dari 10 kg. "Jadi pelaku ini sembunyikan sabu itu dalam tumpukan pasir dan di atas plafon rumahnya,” kata Richard, Rabu (2/10/2019).



Dia menjelaskan, narkoba yang ditemukan terpisah ini terbungkus dengan bungkus teh China merek Guanyinwang. Ada 8 bungkus ditemukan di dalam tumpukan pasir dan 2 bungkus lainnya di atas plafon rumah. "SK ini berprofesi sebagai kuli bangunan, saat ini dari hasil penyelidikan masih ditetapkan sebagai kurir," tutupnya.

Sementara itu, Kabid Pemberantasan BNN Kepri, Kombes Pol Arif Bestari menambahkan pelaku bergerak berdasarkan intruksi dari pemilik barang. Pelaku menunggu telepon untuk mengambil barang tersebut yang diserahkan kepadanya.

"Jadi dia disuruh menunggu di salah satu tempat untuk bertemu kepada pemilik barang tersebut, setelah bertemu dia membawanya ke kediamannya,” ujarnya.

Menurut pengakuan pelaku, SK, dia baru pertama kali melakukan pengiriman barang haram tersebut dan diupah Rp2 juta. Sedangkan untuk pemilik narkoba masih dalam penyelidikan. "Atas perbuatannya tersebut tersangka dikenakan Pasal 114 ayat (2), Pasal 112 ayat (2), UU RI No 35/2009 dengan hukuman maksimal hukuman mati atau seumur hidup," tutup Arif.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook