alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Diperiksa 5 Jam, Jurnalis Makassar Beberkan Kronologi Kekerasan Polisi

Faisal Mustafa
Diperiksa 5 Jam, Jurnalis Makassar Beberkan Kronologi Kekerasan Polisi
Tiga jurnalis Makassar menjalani pemeriksaan terkait laporan pidana penganiayaan yang dilakukan oknum polisi. Foto: SINDOnews/Faisal Mustafa.

MAKASSAR - Tiga jurnalis di Makassar yang menjadi korban kekerasan oknum aparat kepolisian sudah menjalani pemeriksaan di Direktorat Reskrim Umum Polda Sulsel, Kamis (3/10/2019). Didampingi tim advokasi dari LBH Pers Makassar, mereka diperiksa sebagai saksi korban selama lima jam.

Pemeriksaan hari ini berkaitan dengan laporan pidana ihwal dugaan pengeroyokan yang dilakukan aparat kepolisian, saat para jurnalis meliput demo mahasiswa yang berujung kericuhan. Sebelumnya, pemeriksaan juga dilakukan terkait laporan kode etik/disiplin oleh Bidang Propam.

Tiga jurnalis korban kekerasan polisi itu yakni Muhammad Darwin Fathir (jurnalis ANTARA), Saiful (jurnalis inikata.com Sultra) dan Isak Pasabuan (jurnalis Makassar Today). Mereka dicecar sejumlah pertanyaan terkait kronologi pengeroyokan polisi. Darwin dicecar 20 pertanyaan, Isak (17 pertanyaan) dan Saiful (19 pertanyaan).



Salah seorang pengacara dari LBH Pers Makassar, Kadir Wokanubun, mengungkapkan secara umum ketiga jurnalis memaparkan kronologi pengeroyokan yang dilakukan oknum polisi. Mereka mengalami kekerasan berupa dipukul, didorong, dan ditendang. Mereka juga dihalang-halangi untuk mengambil video dan foto pada saat penyisiran massa aksi yang dilakukan oleh polisi, Selasa (24/9/2019) lalu.

Dalam pemeriksaan itu, Darwin menjelaskan ia dianiaya oleh oknum aparat di dua lokasi. Pertama di sekitar Rappokaling Motor dan kedua di tengah Jalan Urip Sumoharjo (dekat kantor DPRD Sulsel). Akibat kekerasan tersebut Darwin, mengalami luka robek di kepala, lebam di leher, serta lebam di jari dan tangan kanan.

Sementara, Saiful mengalami kekerasan di sekitar fly over, Jalan Urip Sumoharjo atau dekat kampus Pascasarjana UMI Makassar. Akibat kekerasan tersebut, Saiful mengalami luka robek di bawah mata dan dijahit sebanyak lima jahitan. Adapun korban Isak Pasabuan dipukuli di sekitar Showroom Hyundai, Jalan Urip Sumoharjo, tepat depan DPRD Sulsel.

"Selain kekerasan yang dialami, ketiga korban juga dihalang-halangi pada saat pengambilan foto dan video pada saat melakukan kerja kerja jurnalistik. Kejadian ini pun sudah termasuk pengeroyokan," ungkap Kadir.

Direktur LBH Pers Makassar, Fajriani Langgeng, menyebutkan ketiga korban mengalami kekerasan pada saat bertugas sebagai jurnalis. Olehnya itu kasus ini selain tindak pidana penganiayaan dan pengeroyokan, juga masuk dalam delik pers berupa menghalang-halangi kerja jurnalis pada saat liputan.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook