alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pasca-Kerusuhan Wamena, Sudah 557 Pengungsi Tiba di Lanud Hasanuddin

Najmi Limonu
Pasca-Kerusuhan Wamena, Sudah 557 Pengungsi Tiba di Lanud Hasanuddin
Pasca-kerusuhan Wamena, tercatat sudah 557 pengungsi yang tiba di Lanud Hasanuddin. Foto: SINDOnews/Najmi Limonu.

MAROS - Gelombang kedatangan pengungsi pasca-kerusuhan di Wamena terus berlanjut. Khusus via jalur udara menggunakan pesawat Hercules TNI AU, tercatat sudah 557 pengungsi yang tiba di Pangkalan Udara (Lanud) Hasanuddin. Sebanyak 194 orang di antaranya merupakan warga Sulsel.

Teranyar, gelombang keempat para penyintas dari Wamena tiba di Lanud Hasanuddin, Jumat (4/10/2019) sekira pukul 12.36 WITA. Para pengungsi ini terbang dari Biak. Jumlahnya sebanyak 50 orang, dimana 39 di antaranya merupakan warga Sulsel.

Kepala Seksi Angkutan Udara Mayor PNB Hendro Sukamdani mengatakan pengungsi yang berasal dari daerah lain akan melanjutkan penerbangan menuju Bandara Halim Perdana Kusuma, Jakarta. Untuk hari ini, hanya ada satu penerbangan yang mengangkut pengungsi dari Wamena.



"Untuk hari ini hanya ada satu penerbangan dari Biak yang mengangkut sekitar 50 penumpang yang merupakan pengungsi kerusuhan Wamena. Tapi yang merupakan warga Sulsel hanya sekitar 39 orang. Selebihnya langsung diterbangkan lagi ke Halim," ujarnya.

Hendro menyebutkan hingga saat ini total pengungsi yang diangkut menggunakan hercules milik TNI AU sebanyak 557 orang. Yang merupakan warga Sulsel sebanyak 194 orang.

Saat tiba Lanud Sultan Hasanuddin, pengungsi tersebut langsung diarahkan ke tenda-tenda yang telah disiapkan. Beberapa diantaranya menjalani perawatan dari tim medis yang merupakan gabungan dari Puskesmas, Rumah sakit Kota Makassar dan puskesmas Kabupaten Maros serta Fakultas Kedokteran UMI.

Salah satu pengungsi kerusuhan Wamena, Dwi, mengatakan dia dan ketiga anaknya memutuskan untuk kembali ke Makassar karena mereka takut menjadi korban kerusuhan. Walaupun saat ini kondisi disana sudah mulai kondusif, namun dia tetap memilih pulang ke kampung halaman suaminya di Palopo untuk sementara waktu.

"Saya ke sini bersama tiga anak saya. Suami tidak ikut, karena harus tetap kerja. Kami pulang kesini untuk mengamankan diri. Kalau suasana sudah mulai kondusif, maka saya akan kembali lagi kesana," tuturnya.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook