alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Abrasi Pantai Rusak Peskesmas Pembantu di Pulau Lamputang

Muhammad Subhan
Abrasi Pantai Rusak Peskesmas Pembantu di Pulau Lamputang
Abrasi di Pulau Lamputang merusak puskesman pembantu di sana. Foto: Ilustrasi

PANGKEP - Puskesmas Pembantu (Pustu) Pulau Lamputang, Desa Mattiro Dolangeng, Kecamatan Liukang Tupabiring, Pangkep rusak parah akibat abrasi pantai. Abrasi yang terjadi ini mengakibatkan pantai di sekitar pustu ambles.

Tokoh masyarakat Desa Mattiro Dolangeng, Abdul Rasyid menuturkan, sebagian sisi luar Pulau ini telah dipasangi tanggul penahan ombak, namun abrasi yang terjadi dan merusak Pustu tersebut merupakan sisi pantai yang belum memiliki tanggul.
"Tanggulnya belum sampai ke pustu. Pemrintah Desa sudah menganggarkan tahun ini untuk disambung lagi tanggulnya," kata Rasyid, Selasa (8/10/2019).

Salah seorang warga pulau di Kecamatan Liukang Tupabiring, Muhammad Arman menjelaskan, kondisi abrasi pantai yang menerjang Pulau Lamputang itu, sudah berlangsung sejak Januari lalu. Akibatnya, dinding-dinding pustu yang bercat hijau itupun sudah retak dan terbelah akibat abrasi yang terus menerus menerjang pinggiran pulau itu.
Lantainya pun sudah ambles, hingga akhirnya pustu itu tidak digunakan lagi, sebab mengancam keselamatan petugas dan pasien yang hendak berobat.



"Kondisinya sudah memprihatinkan dan sangat berbahaya apabila masih tetap pelayanan di pustu itu, jadi mereka ambil solusi untuk menumpang di rumah warga, rumah warga itu dijadikan pustu sementara agar dapat melayani yang mau berobat," ucapnya.

Ia berharap, pemerintah dapat membuat tanggul penahan ombak dan memperbaiki pustu yang rusak itu, apalagi lantainya sudah hancur diterjang gelombang ombak.

"Sekiranya pemerintah desa dan kabupaten bisa secepatnya melakukan renovasi terhadap Pustu Lamputang, sementara pemerintah desa juga perlu segera membangun tanggulnya, agar tidak mudah terjadi abrasi lagi, karena amblasnya ini pustu disebabkan memang tidak ada tanggul penahan yang dibangun," harapnya.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook