alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Dosen Pembunuh Staf UNM Tak Dituntut Hukuman Mati, Ini Dalih JPU

Herni Amir
Dosen Pembunuh Staf UNM Tak Dituntut Hukuman Mati, Ini Dalih JPU
Dosen UNM, Wahyu Jayadi, dituntut hukuman 14 tahun penjara atas kasus pembunuhan terhadap staf UNM, Siti Zulaeha. Foto: SINDOnews/Herni Amir.

SUNGGUMINASA - Terdakwa kasus pembunuhan staf Universitas Negeri Makassar Siti Zulaeha, Wahyu Jayadi, lolos dari hukuman mati dalam sidang tuntutan di Pengadilan Negeri Sungguminasa, Selasa (8/10/2019). Pria yang berstatus sebagai dosen UNM ini hanya dituntut hukuman 14 tahun penjara merujuk Pasal 338 KUHP tentang pembunuhan.

Tuntutan dari Jaksa Penuntut Umum (JPU) ini menyisakan kekecewaan dari pihak keluarga. Mereka menginginkan sang dosen pembunuh dijerat Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dengan ancaman hukuman mati. Terkait tuntutan 14 tahun itu, JPU berdalih mempunyai alasan kuat merujuk pada fakta-fakta persidangan.

JPU Arifuddin Achmad membenarkan pihaknya tidak menerapkan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana, sebagaimana yang diajukan saat sidang dakwaan. Hal itu dilakukan lantaran berdasarkan fakta persidangan, tidak ditemukan adanya unsur perencanaan. Pembunuhan Zulaeha terjadi karena spontanitas.



Arifuddin menjelaskan syarat terkait Pasal 340 KUHP tidak terpenuhi. Berdasarkan fakta persidangan, terungkap jika terdakwa mencekik korban secara spontanitas dikarenakan emosi mendengar perkataan kasar korban. “Terdakwa tersinggung dan emosi berlebih dimana korban ingin selalu masuk dan mencampuri urusan terdakwa,” ujar dia.

Tuntutan JPU yang dianggap ringan itu direspons negatif oleh keluarga korban. Sebagaimana diketahui seusai persidangan, keluarga almarhumah Zulaeha tidak terima. Salah satu keluarga korban berteriak histeris di dalam ruang sidang dan mempertanyakan tuntutan yang dijatuhkan kepada terdakwa.

Menurutnya, tuntutan 14 penjara terlalu ringan dan tidak sebanding dengan perbuatan terdakwa yang telah menghilangkan nyawa seorang ibu. Apalagi korban masih memiliki tiga orang anak yang masih kecil. “Kenapa hanya 14 tahun pak Jaksa? Kami tidak terima,” teriak salah satu keluarga Zulaeha.

Tidak hanya di dalam ruang sidang, teriakan histeris keluarga korban berlanjut hingga ke luar ruang persidangan. Lagi-lagi mereka meneriakkan dan melampiaskan kekecewaannya kepada JPU yang hanya mentuntut terdakwa penjara 14 tahun.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook