alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

MRKI Ancam Polisikan Pemerhati Pilkada Usai Disebut Rilis Survei Abal-abal

Eky Hendrawan
MRKI Ancam Polisikan Pemerhati Pilkada Usai Disebut Rilis Survei Abal-abal
Lembaga Mindset Riset dan Konsultan Indonesia (MRKI) saat merilis hasil survei jelang Pilkada 2020 di Sulsel. Foto: SINDOnews/Muhaimin

BULUKUMBA - Lembaga Mindset Riset dan Konsultan Indonesia (MRKI) melayangkan somasi terhadap salah seorang pemerhati Pilkada bernama Andi Awal. Hal itu lantaran Andi Awal menyebut survei MRKI untuk Pilkada Bulukumba 2020, abal-abal atau by order.

Menurut Direktur Pemenangan Indonesia Timur MRKI, Andi Baso Ryadi Mappasulle, somasi tersebut dilayangkan sekaligus menepis pernyataan Andi Awal yang dianggap menuding MRKI sebagai lembaga yang tidak kredibel dan memiliki track record.

"Sesuatu yang lucu menurut kami. Melabeli diri pemerhati politik tapi meragukan kerja-kerja dan penelitian ilmiah," katanya.



"Saya mau tahu seperti apa pemahaman beliau tentang survei. Lembaga survei itu tidak asal merilis hasil penelitian. Ada cara dan metode tertentu yang dilakukan," sambung Andi Baso Riyadi.

Terkait pernyataan meminta masyarakat cerdas dan teliti melihat lembaga survei, dinilai Andi Adi, sapaan Baso Riyadi, sudah tepat.

"Kami justru tahu ada pernyataan begitu dari masyarakat awalnya. Karenakan yang kita survei itu masyarakat yang tentu tahu kondisi politik di Bulukumba, bukan orang luar. Jadi saya pikir masyarakat itu cerdas, tahu mana yang by order," terang Andi Adi.

Soal kredibilitas dan track record lembaganya, Andi Adi tak mau sesumbar. Namun, Ia mengundang, kepada pihak yang masih meragukan MRKI, untuk datang langsung ke kantornya.

"Soal kredibilitas dan track record kami tak ingin sesumbar apalagi gagah-gagahan. Kita ini melakukan riset politik tapi kalau masih ada yang meragukan, kami undang langsung ke kantor kami di Graha Pena lantai 5 jalan Urip Sumoharjo, Makassar. Atau bisa juga cari di Google, ketik saja MRKI dan silahkan lihat sendiri," jelasnya.

Andi Adi mengaku masih menunggu itikad baik dari Andi Awal untuk meminta maaf dan menarik pernyataan soal survei MRKI.

"Kita layangkan somasi dulu. Kedua soal pernyataan abal-abal kita minta dia pertanggung jawabankan apa yang dia katakan. Tapi dalam 3x24 jam dia tidak cabut pernyataannya dan meminta maaf kita akan laporkan ke pihak berwajib. Dimana dia buat pernyataan, maka saya minta dia juga minta maaf lewat disitu," tandas Andi Adi.



(man)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook