alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kementerian LHK Soroti Sistem Pengelolaan TPA Antang

Syachrul Arsyad
Kementerian LHK Soroti Sistem Pengelolaan TPA Antang
Kondisi TPA Antang setelah kebakaran menjadi sorotan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Foto: SINDOnews/Muchtamir Zaide.

MAKASSAR - Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) Republik Indonesia menyoroti sistem pengelolaan tempat pembuangan akhir (TPA) Tamangapa Antang, Kecamatan Manggala, Kota Makassar. Direktur Jenderal Pengelolaan Sampah Limbah dan Bahan Beracun Berbahaya KLHK, Rossa Vivien Ratnawati, mengaku prihatin dengan kondisi TPA di Kota Daeng.

Dia menilai pengelolaan TPA di Makassar belum sesuai regulasi yang ditetapkan. “TPA yang terbakar kemarin di Makassar, itu memang jadi perhatian dan keprihatinan kita." kata Rossa di sela kunjungannya ke Makassar, Rabu (9/10/2019) kemarin.

"Karena begini sebenarnya, TPA yang dimandatkan undang-undang pengelolaan sampah itu adalah TPA non-open dumping. Sementara TPA tersebut kan masih open dumping," sambung Rossa.



Bahkan dia mengungkapkan sistem open dumping di TPA Tamangapa itu jugalah yang menyebabkan Kota Makassar gagal meraih piala Adipura tahun 2018. Pasalnya, sistem pengelolaan sampah menjadi salah satu indikator utama dalam penilaian Adipura.

Diketahui, sistem open dumping adalah model pembuangan paling sederhana. Dimana sampah dibuang begitu saja dalam sebuah tempat pembuangan akhir, tanpa ada perlakuan lebih lanjut. “Dengan TPA seperti itu memang menjadikan Kota Makassar tidak dapat Adipura tahun yang lalu. Karena KLHK memang mensyaratkan dua hal yang menjadi pokok utama dalam penilaian adipura."

"Pertama dia harus sudah punya kebijakan strategis daerah dalam pengelolaan sampah. Dan kedua TPA-nya nggak boleh open dumping," imbuh dia.

Makanya, Rossa berharap Kota Makassar sudah bisa mengubah sistem pengelolaan sampahnya. KLHK merekomendasikan TPA Tamangapa Antang sudah saatnya menerapkan model controlled landfill. Pada metode ini, sampah yang ada diratakan dan dipadatkan dengan alat berat.

Selanjutnya, sampah tersebut dilapisi dengan tanah untuk mengurangi bau dan keluarnya gas metan. “Rekomendasi dari kami kalau ditanya, harus kemudian mulai membangun TPA yang minimal controlled landfill, kalau memang belum bisa sanitary landfill," tukas Rossa.

Sistem sanitary landfill sendiri diklaim sebagai metode pengelolaan sampah yang lebih maju, dimana dalam prosesnya sampah bisa diubah menjadi energi.

Dikatakan Rossa, pembukaan TPA regional baru juga sudah harus dilakukan. Dalam pembangunannya sudah harus melibatkan kabupaten/kota lain untuk membuat TPA di satu lokasi yang menampung dan mengelola sampah dari berbagai daerah.

Kunjungan KLHK di Makassar diketahui dalam rangka sosialisasi pengelolaan limbah B3 dan non B3. Kegiatan tersebut dihadiri unit terkait internal KLHK yang digelar di salah satu hotel di Makassar.

Rossa menyebut gerakan penanganan sampah di Makassar mulai intensif dilakukan. “Ketika kita bicara sampah memang ada pendekatan yang dilakukan, utamanya bicara gerakan. Ada gerakan pengurangan di Makassar dan daerah lain sudah lumayan. Misalnya bawa botol minuman sendiri, dan tidak menggunakan kantong kresek saat berbelanja," pungkasnya.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook