alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Ikut Paham Tertentu, 49 Warga Luwu Jual Harta Lalu Tinggalkan Kampung

Chaeruddin
Ikut Paham Tertentu, 49 Warga Luwu Jual Harta Lalu Tinggalkan Kampung
Polres Luwu, Pemerintah Kecamatan Nua dan FKUB melaksanakan diskusi dalam rangka menciptakan harkamtibmas yang damai dan kondusif, di Kantor Desa Raja Kecamatan Bua, Kamis (10/10/2019). Foto: SINDOnews/Chaeruddin

LUWU - Badan Kesatuan Bangsa, Politik dan dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpol dan Linmas) Kabupaten Luwu mencatat, ada 49 orang warga Desa Raja, Luwu yang mengikuti aliran tertentu. Mereka ini, kemudian menjual harta bendanya, dan keluar dari kampung.

"Sudah 49 masyarakat Desa Raja keluar dari kampung mereka, infonya hijrah, keluar daerah yang belum ditahu pasti kehidupan mereka seperti apa di Morowali," ujar Kepala Kesbangpol dan Linmas Luwu, Alim Bachri, Kamis (10/10/2019) siang.

Hal itu disampaikan Alim Bachri dalam diskusi yang dilakukan di Kantor Desa Raja, Kecamatan Bua. Diskusi tersebut guna menciptakan harkamtibmas yang damai dan kondusif. Ada sejumlah pihak yang hadir, termasuk Polres Luwu, Pemerintah Kecamatan Nua dan Forum Kerukunan Umat Beragama.



Diskusi tersebut dilakukan sebagai respons mengenai paham tertentu yang cukup meresahkan warga di Desa Raja. Sejumlah pengikut paham ini, kata Alim, rela menjual harta bendanya dan meninggalkan kampung halamannya demi beberapa alasan. Diantaranya, alasan untuk berhijrah karena kiamat sudah dekat.

"Ini yang akan kita bicarakan dari hati ke hati karena bagaimanapun juga mereka ini adalah keluarga kita yang sama-sama kita memiliki tanggung jawab untuk hadir di antara mereka," kata Alim Bachri.

Menurut Alim, warga Desa Raja tersebut, telah menjual harta benda mereka dan berhijrah mengikuti guru mereka ke Morowali.

"Dan informasi yang kami terima ada sekira 80 pengikutnya, yang kita hawatirkan jangan sampai mereka ini semua ada di Kabupaten Luwu. Olehnya itu Kesbang melakukan deteksi dan cegah dini. Informasi yang kami dapat mereka sekarang berada di Kelurahan Tamayusi Kabupaten Morowali Utara," ujarnya.



(man)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook