alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Tutup Gudang dalam Kota, Disdag Makassar Minta Bantuan TNI-Polri

Vivi Riski Indriani
Tutup Gudang dalam Kota, Disdag Makassar Minta Bantuan TNI-Polri
Disdag Makassar meminta bantuan pengamanan dari TNI-Polri untuk menutup gudang dalam kota. Foto/Ilustrasi/SINDOnews.

MAKASSAR - Dinas Perdagangan (Disdag) Makassar meminta bantuan pengamanan dari TNI-Polri terkait penutupan gudang dalam kota. Hingga saat ini, pemerintah tidak kunjung melakukan eksekusi gudang dalam kota. Alasannya, upaya penataan gudang ini mesti hati-hati sehingga perlu pertimbangan yang matang.

Kepala Disdag Kota Makassar, Andi Muh Yasir, menegaskan akan melanjutkan dan melaksanakan penindakan gudang dalam kota. Hanya saja, perlu ada persiapan yang matang sebelum bertindak agar tidak ada masalah pascaeksekusi.

“Saat ini kita sudah menyurat ke Polrestabes dan Kodim untuk pem-back-up-an,” kata Yasir, kepada SINDOnews.



Tahapan saat ini, pihaknya masih menunggu pengesahan Surat Keputusan (SK) Wali Kota untuk lima titik. Langkah pertama penindakan, Pemkot Makassar akan menyisir wilayah Tallo. “Kenapa lama, SK kita bawa ke Bagian Hukum, Kabagnya keluar daerah tiga hari. Setelah di paraf, kita ke Asisten II dan beliau ke Jakarta. Nah, kemarin baru diparaf Sekda dan disodor ke Wali Kota. Itulah yang membuat lama,” jelasnya.

Dia menegaskan tidak akan mentolerir aktivitas gudang dalam kota sebab sudah sangat meresahkan banyak masyarakat. Apalagi, berdasarkan data yang diperoleh mayoritas usaha ekspedisi yang ada di empat kecamatan itu tidak mengantongi izin.

“Data yang kita pegang itu mayoritas usaha ekspedisi itu tidak mengantongi izin, dan itu sudah kita tegur sampai tiga kali tapi tidak diindahkan. Pokoknya kita tutup, terserah mereka mau kemana," tandasnya.

Terkait waktu pasti untuk penindakan, Yasir mengaku berharap bisa secepat mungkin terutama ketika sudah ada pengesahan SK dari Wali Kota. “Kita lihat, pasti kita ingin percepat,” singkatnya.

Kepala Seksi Pengkajian Pelanggaran Dinas Perdagangan (Disdag) Kota Makassar, Erwin Aziz, menambahkan dirinya telah menyiapkan administrasi untuk bersurat ke Polrestabes Makassar dan Kodim. “Jadi kita harap bisa backup kita nanti ketika ada eksekusi di lapangan," bebernya.

Berdasarkan Perwali Nomor 93/ 2005 tentang Peraturan Kegiatan Gudang Dalam Kota, wilayah usaha pergudangan hanya boleh dilaksanakan di dua kecamatan yakni Kecamatan Biringkanaya dan Kecamatan Tamalanrea. Selain kedua kecamatan tersebut tidak boleh ada aktivitas pergudangan.

Berdasarkan data, jenis usaha pergudangan dan ekspedisi yang berada di Kecamatan Tallo cukup banyak. Totalnya mencapai 51 perusahaan. Dari data tersebut hanya ada 19 yang memiliki izin usaha, sementara sisanya 32 perusahaan tidak memiliki izin.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook