alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Polisi Ringkus 7 Anggota Geng Motor Pembacok 3 Pemotor di Makassar

Faisal Mustafa
Polisi Ringkus 7 Anggota Geng Motor Pembacok 3 Pemotor di Makassar
Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani saat rilis kasus geng motor pembacok pemotor. Foto: SINDOnews/Faisal Mustafa

MAKASSAR - Tim Resmob Polda Sulawesi Selatan (Sulsel) berhasil meringkus tujuh anggota geng motor yang telah membacok beberapa pengendara motor di Makassar. Tiga orang anggota geng lainnya masih buron.

Tujuh anggota geng motor tersebut masing-masing MW (19), IW (24), MS (18), MF (18), A (24), S (19), serta MI (16). Mereka ditangkap terpisah di sejumlah wilayah di Kota Makassar.

Mereka ditangkap setelah melakukan aksi pembacokan di daerah Kecamatan Biringkanaya Kota Makassar, Selasa 8 Oktober lalu. Korbannya adalah pengendara motor bernama Ahmad Albar, kemudian seorang ojek online (Ojol) bernama Dede, serta pemotor lainnya bernama Nazareth.



Ketiga korban dari geng motor tersebut saat ini masih menjalani perawatan intensif di rumah sakit karena luka serius akibat bacokan senjata tajam.

"Yah ada tiga korban masih kritis akibat luka tebasan di beberapa bagian tubuh, korban dirawat di Rumah Sakit Biringkanaya. Korbannya lima," ujar Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Dicky Sondani saat rilis di Mapolda Sulsel, Jumat (11/10/2019).

Selain tiga pemotor, geng ini kata Dicky juga melukai pengunjung Cafe Bang Hasan. Salah satunya yang menjadi korban adalah Fajrin. Ia mengalami luka bacok akibat tebasan parang di kepalanya.

Tak hanya melukai beberapa orang, geng ini juga merusak kafe tersebut.

Dicky menjelaskan, aksi geng ini berawal dari percobaan balas dendam kepada geng motor lain dari Perum Taman Sudiang. Menurut Dicky, anggota geng motor Perum Taman Sudiang diduga telah menewaskan anggota dari geng motor yang sudah diringkus.

Dari pemaparan Dicky, aksi balas dendam geng motor ini dimotori oleh FD yang berstatus buron bersama dua orang lainnya yakni AS, dan A.

"Tersangka Firman Dajjal yang DPO melakukan penganiayaan kepada pengunjung kafe dengan sebilah parang yang melukai kepala korbannya," terang Dicky

"FD dan AS ini juga terlibat kasus pencurian dengan kekerasan pada salah satu counter (gerai) di AK29 Cell," pungkas Dicky.

Dari penangkapan ketujuhnya, Polisi mengamankan barang bukti, sebilah parang, busur dan ketapel. Atas perbuatannya, mereka dikenakan pasal 365 ayat (1) dan (2) KUHP dengan ancaman hukuman paling lama 12 tahun penjara juga dikenakan Pasal 170 ayat (1) dan (2) KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 9 tahun penjara.



(man)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook