alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Bahas Pengembangan UMKM, Adnan Jadi Pemapar Terbaik di Lemhanas

Herni Amir
Bahas Pengembangan UMKM, Adnan Jadi Pemapar Terbaik di Lemhanas
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan tampil sebagai pemapar essay terbaik P3DA X di Lemhanas RI. Foto: Istimewa.

JAKARTA - Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan, tampil sebagai pemapar essay terbaik Program Pemantapan Pimpinan Daerah Angkatan (P3DA) X Lembaga Ketahanan Nasional (Lemhannas) di Jakarta.

Bupati Adnan yang juga salah satu peserta Lemhanas mengangkat tema Pengembangan Ekonomi Daerah Berspektif Nilai Kebangsaan. Dalam essay miliknya, bupati muda ini banyak membahas mengenai pengembangan UMKM.

Dia mengatakan pembangunan ekonomi harus menjaga keseimbangan antara pertumbuhan ekonomi dan pemerataan distribusi pendapatan. Sementara, untuk mendorong pemerataan distribusi pendapatan, maka pemerintah daerah menjadikan sektor UMKM sebagai salah satu prioritas pembangunan di wilayah Kabupaten Gowa sejak 2016 hingga 2021 mendatang.



"UMKM sebagai salah satu sektor prioritas pembangunan daerah di Kabupaten Gowa karena UMKM penopang perekonomian rakyat. Terbukti UMKM tahan terhadap krisis ekonomi pada 1998 lalu," paparnya.

Terlebih lagi kata dia, karena sektor UMKM ini menyerap banyak tenaga kerja, baik di bidang perdagangan, jasa maupun produksi.

Ia menyebutkan jumlah UMKM di Kabupaten Gowa pada 2018 tercatat sekitar 7.000 pelaku UMKM. Nilai ini merupakan potensi ekonomi yang besar untuk meningkatkan pendapatan masyarakat.

Karena itu, Pemkab Gowa juga mengambil tanggungjawab yang penuh dalam meningkatkan potensi para pelaku UMKMnya melalui pemberdayaan UMKM. Salah satunya dengan meluncurkan program 'Satu UMKM Unggulan di Desa/Kelurahan'.

"Melalui program tersebut Bupati Gowa berhasil menerima Piala Natamukti dari Menteri Koperasi dan UKM pada 2018 lalu," katanya.

Menurut bupati termuda kawasan timur Indonesia, pemberdayaan pelaku UMKM secara berkelanjutan akan sangat mendorong geliat pelaku UMKM-UMKM baru. Dengan begitu, dapat menyerap banyak tenaga kerja yang pada gilirannya akan berdampak pada menurunnya angka pengangguran dan kemiskinan di Kabupaten Gowa.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2018 menunjukkan bahwa angka pengangguran sebesar 4,80 persen, berada di bawah Sulsel dan nasional dengan capaian yang sama sebesar 5,34 persen. Sedangkan angka kemiskinan di wilayah Kabupaten Gowa sebesar 7,83 persen yang berada di bawah Sulsel dengan 8,87 persen dan nasional 9,66 persen.

"Kami menerapkan dua strategi.Pertama, meningkatkan pendapatan masyarakat. Kedua, mengurangi pengeluaran masyarakat," ujarnya.

Peningkatan pendapatan ditempuh dengan cara menggerakkan sektor strategis ekonomi domestik dengan menciptakan lapangan kerja. Sedangkan pengeluaran pendapatan ditempuh dengan cara memberikan subsidi di bidang pendidikan dan kesehatan.

Intinya pendidikan dan kesehatan gratis bertujuan mengurangi beban pengeluaran masyarakat. Biaya pendidikan dan kesehatan bisa dialokasikan untuk kebutuhan lainnya, baik usaha produktif maupun simpanan di bank.

"Dukungan data simpanan masyarakat pada 2015 hingga 2018 tercatat naik, salah satunya pada 2015 berapa pada Rp1,4 triliun, dampaknya daya beli masyarakat meningkat," tegas Bupati Adnan.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook