alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Harga Lada Hitam di Kabupaten Sinjai Anjlok, Petani Rugi

Irman Bagoseng
Harga Lada Hitam di Kabupaten Sinjai Anjlok, Petani Rugi
Harga lada hitam di Kabupaten Sinjai anjlok membuat petani merugi. Foto: Istimewa

SINJAI - Para petani lada hitam di Kabupaten Sinjai merugi, dengan anjloknya harga lada hitam beberapa pekan terakhir. Bahkan hingga kini harganya tak kunjung membaik.

Menurut Informasi yang di himpun dari petani lada di Kecamatan Tellulimpoe
harga yang tadinya mencapai Rp120.000 perkilogram (kg) terjun bebas dikisaran harga Rp32.000, per kilogram.

Adi, salah satu petani berharap pemerintah Kabupaten Sinjai segera turun tangan guna mencari solusi, agar petani tidak mengalami kerugian besar,
karena hasil yang diperoleh tidak sebanding dengan biaya yang dikeluarkan.



"Saat ini harga lada hitam anjlok, penyebabnya, kami (petani) kesulitan menjual hasil panen, ada pengepul yang masuk tapi harganya sangat murah, hanya Rp21.000 perliternya," kata Adi, Rabu, (16/10/2019).

Selain itu dirinya berharap peran pemerintah untuk mencari solusi anjloknya harga lada hitam di wilayah tersebut.

"Termasuk memberikan menjamin pasar, supaya petani tidak ragu menanam lada," ungkapnya.

Kepala Bagian Ekonomi Sekretaris Daerah Kabupaten Sinjai, Andi Tenri Rawe yang dikonfirmasi, mengakui bahwa Sinjai sedikit tertinggal terkait dengan lada hitam ini. Di samping soal pasar, juga soal teknis termasuk kesulitan bibit.

Namun demikian menurut Tenri bahwa pemerintah saat ini terus berupaya mencari solusi untuk mengatasi berbagai kendala baik teknis maupun soal pemasaran disemua komoditi unggulan, bukan saja lada.

Ada pun langkah strategis pemerintah lanjutnya, dalam rangka mengatasi kendala di lapangan, Tenri menegaskan bahwa pihaknya saat ini terus berkoordinasi dengan pihak tekait seperti Dinas Perkebunan sebagai penanggung jawab teknis di lapangan, dan yang menyangkut pemasaran dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan untuk mendapatkan data-data yang menyangkut produksi, kelompok tani, dan pemasaran.

"Kami harus memastikan data yang diolah mempunyai tingkat akurasi yang tinggi, sehingga mempermudah TPID (Tim Pengendali Inflasi Daerah) dalam melakukan evaluasi," jelasnya.



(agn)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook