alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Tiba di Makassar, Kakek 'Licin' Jen Tang Langsung Dijebloskan ke Lapas

Faisal Mustafa
Tiba di Makassar, Kakek Licin Jen Tang Langsung Dijebloskan ke Lapas
Tiba di Makassar, tersangka dalam kasus penyewaan lahan negara kepada PT PP untuk proyek pembangunan strategis nasional berupa Makassar New Port (MNP) di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar pada tahun 2015 lalu, akan langsung dijebloskan ke La

MAKASSAR - Tiba di Makassar, tersangka dalam kasus penyewaan lahan negara kepada PT PP untuk proyek pembangunan strategis nasional berupa Makassar New Port (MNP) di Kelurahan Buloa, Kecamatan Tallo, Kota Makassar pada tahun 2015 lalu, akan langsung dijebloskan ke Lapas Klas I Makassar pada malam ini juga.

Baca Juga : Owner PT Jujur Jaya Sakti yang Tak Sakti Lagi Tiba di Makassar Malam Ini

Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi Sulawesi Selatan, Gery Yasid mengatakan, penahanan pertama Soedirjo Aliman alias Jen Tang bakal dilakukan selama 20 hari kedepan.



"Penahanan nya pertama penyidik itu sekitar 20 hari, setelah ditiba di Kejati akan dilakukan pemeriksaan awal didampingi pengacara nya jika selesai kemudian segera kita lakukan penahanan untuk sementara waktu untuk penyelesaian proses penyidikan, ditahan di Lapas," tukas Gery kepada SINDOnews, Kamis (17/10/2019).

Oleh penyidik Kejati Sulsel, Jen Tang dijerat pasal 2 UU nomor 31 tahun 1999 juncto uu nomor 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi juncto pasal 55 ayat 1. Direktur PT Jujur Jaya Sakti ini disangka merugikan negara hingga Rp 500 juta.

Kakek berusia 60 tahun ini disangkakan Pasal 3 atau Pasal 4 UU nomor 8 tahun 2010 tentang pencegahan dan pemberantasan tindak pidana pencuciam uang (TPPU) dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

"Kalau kasusnya biasa-biasa saja, kita lihat Jen Tang ini perkaranya lahan yang bersangkutan kuasai itu adalah tanah negara yang kemudian dia memperoleh sejumlah uang hasil dari sewa menyewa yang seharusnya tidak pantas dia (Jen Tang) terima karena itu adalah tanah negara," terangnya.

"Akibatnya karena dia meminta uang apa lagi ada proyek strategis di situ (New Port) sehingga terhambat. Jadi begitu tidak membantu, malah digunakan untuk kepentingan pribadinya yang akibatnya menghambat proyek pembangunan New Port," tambahnya.

Dilanjutkan Gery, dalam proses penyidikan nantinya pihaknya akan melakukan pemeriksaan lanjutan tentang dugaan keterlibatan orang lain dalam kasus ini.

"Masih kita pelajari (peranan orang lain) apakah ada peranan yang lainnya, tidak menutup kemungkinan jika alat bukti dirasa cukup, mungkin ada pengembangan terhadap tersangka lainnya," tukasnya.

Salah satu taipan asal Malassar ini ditetapkan sebagai tersangka penyewaan lahan negara pada bulan Oktober tahun 2017. Kala itu Jen Tang dinyatakan terlibat bertindak selaku pemilik lahan yang ada di Buloa dan menyewakannya ke PT PP untuk digunakan sebagai jalan masuk pengerjaan proyek Makassar New Port (MNP) pada tahun 2015.

Jen Tang menyusul tiga tersangka lainnya yang kini sudah dinyatakan bebas oleh Mahkamah Agung, yakni Rusdin, Jayanti Ramli dan Muhammad Sabri, pejabat asisten I Pemkot Makassar bidang pemerintahan.



(sss)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook