alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Tatip Disepakati, Dewan Pemalas Tak Boleh Ikut Kunjungan Kerja

Muhaimin
Tatip Disepakati, Dewan Pemalas Tak Boleh Ikut Kunjungan Kerja
Anggota dewan di DPRD Sulsel yang malas dilarang mengikuti kunjungan kerja (kunker). Baik itu kunker di dalam negeri ataupun di luar negeri. Foto : Istimewa

MAKASSAR - Anggota dewan di DPRD Sulsel yang malas dilarang mengikuti kunjungan kerja (kunker). Baik itu kunker di dalam negeri ataupun di luar negeri.

Aturan tersebut disepakati dalam lanjutan pembahasan Rancangan Peraturan DPRD tentang tata tertib (tatib) DPRD Sulsel. Dalam pasal 139 menyebutkan, jika legislator yang masuk dalam panitia khusus (Pansus), kemudian kehadiran rapatnya tak mencukupi 50 persen, maka dilarang mengikuti kunker ke luar daerah.

“Misalkan saja, kalau dalam Pansus itu rapatnya 10 kali, kemudian dia hanya hadir lima kali, maka dia tidak bisa ikut kunker. Kan dalam Pansus ada hak melakukan kunker, baik dalam maupun luar,'' kata Ketua Pansus Tatib DPRD Sulsel, Arum Spink, Kamis (17/10/2019) kemarin.



Pipink sapaannya menilai, aturan ini sedianya untuk menghilangkan kebiasaan legislator pemalas. Tidak sering terlibat dalam rapat Pansus, namun paling getol saat dilakukan kunker ke luar daerah.

“Dalam hal ini perjalan dinas. Ini kita tuangkan dalam norma bagaimana kehadiran dan ketekunan anggota DPRD bisa di maksimalkan,'' ujarnya.

Ketua Fraksi Nasdem ini menambahkan, aturan tersebut juga sesuai permintaan sejumlah legislator lain. Bahkan mantan Ketua DPRD Sulsel periode sebelumnya, HM Roem yang mengusulkan persyaratan tersebut melalui catatan evaluasi yang ditinggalkannya.

“Ini tidak muncul begitu saja. Tapi ada format yang telah dibuat oleh ketua DPRD sebelumnya (M Roem) pada Januari 2019. Pasus berpendapat dimana ada angka nominal kehadiaran 50 persen plus satu, baru bisa melakukan kunjungan kerja maka kita tuangkan norma,'' tuturnya.

Saat ini, Rancangan Peraturan DPRD tentang tata tertib (tatib) DPRD Sulsel masih terus berlanjut. Politisi dari Nasdem itu pun mematok bisa merampungkannya dalam waktu dekat ini.

Sementara itu, legislator dari fraksi PAN, Usman Lonta menyambut baik aturan ini. Menurutnya, aturan tersebut akan lebih menggenjot kedisiplinan rekan-rekannya.

“Iya, ada aturan seperti itu di pasal tertentu. Ya sangat wajar lah. Jadi ini dalam rangka membangun kedisiplinan teman-teman anggota,” katanya.

Wakil Ketua DPW PAN Sulsel ini menyebutkan, aturan tersebut sedianya sudah berlaku sejak periode sebelumnya. Namun hanya sebatas himbauan dari Ketua DPRD Sulsel sebelumnya, HM Roem.

“Ini sebenarnya kan penegakkannya ketua (Roem) yang lalu. Dia bikin dalam bentuk himbauan ke seluruh AKD (Alat Kelengkapan Dewan). Himbauan itu diakomodasi dalam pasal-pasal di tatib (sekarang ini),” pungkasnya.



(sss)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook