alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kunjungan Anggota DPRD Bulukumba ke Jakarta Dikritik

Eky Hendrawan
Kunjungan Anggota DPRD Bulukumba ke Jakarta Dikritik
Pelantikan unsur pimpinan definitif DPRD Bulukumba beberapa waktu yang lalu. Foto: SINDOnews/Eky Hendrawan

BULUKUMBA - Kunjungan anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bulukumba ke Jakarta sejak 15 hingga 19 Oktober, menuai kritik. Kunjungan tersebut dianggap tidak tepat. Sebab masih ada sesuatu yang dianggap lebih penting dituntaskan oleh anggota dewan, ketimbang kunjungan itu.

Kritik tersebut dilontarkan Komite Pemantau Legislatif (Kopel) Kabupaten Bulukumba. Menurut Kopel, dewan seharusnya lebih dahulu menyelesaikan pembentukan alat kelengkapan dewan (AKD), dan tata tertib (Tatib), sebelum melakukan kunjungan kerja.

"Mereka ke sana atas nama apa? Karena saat ini, yang terbentuk baru unsur pimpinan dan fraksi-fraksi yang merupakan perpanjangan tangan dari Parpol. Mereka lebih mengutamakan pelaksanaan hak dibanding kewajiban," kata Direktur Kopel Bulukumba, Muh Jakfar, Jumat (18/10/2019).



Menurut Jakfar, fungsi pengawasan DPRD ada di AKD. Sehingga, jika AKD belum terbentuk, maka tugas dewan sebagai perpanjangan lidah masyarakat, kata Jakfar belum berjalan.

Jakfar menilai, pimpinan dewan seharusnya bisa melihat kondisi ini. Pimpinan kata dia, seharusnya bisa menahan "nafsu perjalanan" para anggotanya.

"Fungsi pengawasan DPRD ada di AKD sesuai komisi yang membidangi. Harusnya pimpinan DPRD mengutamakan pembentukan AKD dibanding perjalanan dinas anggota DPRD. Pimpinan harusnya menahan “nafsu perjalanan” anggota DPRD," ungkapnya.

Pimpinan DPRD sambung Jakfar, dia harap mampu memahami, bahwa tanpa AKD, anggota DPRD belum sepenuhnya dapat bekerja untuk rakyat yang telah memilihnya. Dimana, aspirasi dan sejumlah program lainnya menurut dia, tidak dapat ditindak lanjuti DPRD tanpa AKD.

"Hasil orientasi di awal masa kerja DPRD sepertinya tidak dipahami dengan baik, karena dasar fungsi kedewanan, serta bagaimana DPRD bekerja untuk rakyat belum sepenuhnya dipahami pimpinan DPRD," tuding Jakfar.

Sekadar diketahui, kunjungan anggota DPRD Bulukumba dilakukan dari tanggal 15-19 Oktober 2019 ke Kemenhub, DPRD DKI Jakarta, DPRD Tangerang dan DPRD Kota Bekasi. Mereka melakukan perjalanan terkait pembangunan pelabuhan, optimalisasi tugas AKD, pelaksanaan tatib, dan pelaksanaan penerimaan aspirasi.

Ketua DPRD Kabupaten Bulukumba, Rijal mengapresiasi kritik yang dilontarkan Kopel. Ia menganggap, apa yang dilakukan Kopel merupakan salah satu langkah kontrol terhadap legislatif.

Kendati begitu, Rijal memastikan bahwa kunjungan koleganya ke Jakarta bukanlah untuk jalan-jalan. Melainkan sebagai salah satu upaya dalam memaksimalkan tugas dan fungsi DPRD.



(man)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook