alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Wow, 1.000 Pelajar Maros Dapat Kacamata Gratis

Najmi Limonu
Wow, 1.000 Pelajar Maros Dapat Kacamata Gratis
Sebanyak 1.000 pelajar di Kabupaten Maros mendapatkan bantuan kacamata gratis. Foto : SINDOnews/Najmi Limonu

MAROS - Sebanyak 1.000 pelajar di Kabupaten Maros mendapatkan bantuan kacamata gratis. Pembagian kaca mata ini diserahkan oleh Bosowa Peduli bekerjasama dengan organisasi nirlaba, One Sight, pada kegiatan bakti sosial di Gedung Serbaguna Maros, Senin (21/10/2019).

Seluruh kacamata yang disediakan pada kegiatan ini disumbangkan oleh Essilor Vision Foundation.

“Gangguan penglihatan tentu akan memberi dampak yang buruk bagi anak dalam kehidupannya, khususnya dalam proses belajar di sekolah dan interaksi sosialnya. Hanya saja minimnya kesadaran dari orangtua akan pentingnya memeriksakan mata anaknya terbilang rendah. Maka dari itu, semoga Bosowa bisa berperan dalam meminimalisir hal tersebut,” ungkap Wakil Direktur Utama Bosowa Semen selaku pengarah kegiatan, Subhan Aksa.



Baksos ini sendiri, lanjut Dia, bertujuan mendeteksi kondisi penglihatan anak usia sekolah serta dapat membantu sekitar 10.000 murid yang terdeteksi mengalami gangguan. Serta memberikan kemudahan akses bagi masyarakat dalam memeriksakan matanya.

Baksos tersebut juga, kata Dia, bagian dari tanggungjawab sosial Bosowa untuk menjangkau masyarakat yang lebih luas, khususnya di kabupaten Maros.

Subhan menambahkan, dari data yang dikantongi panitia, 10 persen dari 66 juta anak sekolah di Indonesia menderita kelainan refraksi, atau pembiasan. Kondisi ini jika tidak ditangani cepat akan mengakibatkan munculnya lapisan generasi muda yang memiliki kualitas hidup dan intelektual yang rendah.

Sementara itu, Ketua Panitia, Mukhsin Alwy mengatakan, setiap harinya peserta akan dibagi berkelompok sesuai dengan pembagian sekolahnya. Panitia akan memeriksa 200-an peserta setiap hari. Peserta akan melalui sepuluh tahapan pemeriksaan, hingga pada tahap terakhir akan membawa pulang kacamata gratis sesuai dengan tingkat gangguan mata mereka.

Tak tanggung tanggung, peserta diperiksa oleh Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (Perdami) Sulsel dan 24 relawan One Sight yang datang dari Perancis, Singapura, Amerika Serikat, Hongkong, Kanada, India, Finlandia, Australia dan Indonesia.



(sss)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook