alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Kisah Ojol di Makassar Tak Bisa Nafkahi Keluarga Usai Tertabrak Mobil Polisi

Faisal Mustafa
Kisah Ojol di Makassar Tak Bisa Nafkahi Keluarga Usai Tertabrak Mobil Polisi
Pengemudi ojek online (ojol), Irfan Rahmatullah (37), masih belum pulih dan tak bisa mencari nafkah untuk keluarganya usai tertabrak rantis polisi. Foto: SINDOnews/Faisal Mustafa.

MAKASSAR - Pengemudi ojek online (ojol), Irfan Rahmatullah (37), hanya bisa terbaring di rumahnya, Jalan Tidung VII, Kecamatan Rappocini, Kota Makassar. Kondisinya belum pulih setelah ditabrak kendaraan taktis (rantis) jenis tambora milik Polda Sulsel, saat penanganan demo anarkistis di Jalan Urip Sumohardjo, beberapa waktu lalu.

Bapak satu anak ini berharap adanya perhatian dari Kapolda Sulsel, Irjen Pol Guntur Laupe, atas kondisinya yang belum bisa kembali beraktivitas. Praktis, ia pun kehilangan sumber pendapatan untuk menafkahi keluarga kecilnya. Hingga kini, kondisi kaki kiri Irfan memang belum pulih setelah mengalami patah tulang.

"Ya begini, hanya bisa terbaring. Fokusnya sekarang ya bagaimana kondisi kesehatan saya pulih, sayakan punya anak istri juga untuk dinafkahi. Hampir satu bulan ini saya tidak bekerja, istri juga tidak bekerja dan selama ini memang hanya dari Gojek yang kami andalkan," kata Irfan, saat ditemui di rumahnya, Senin (21/10/2019).



Irfan sempat dirawat di RS Bhayangkara rentang 29 September hingga 7 Oktober. Biaya pengobatannya pun mengandalkan santunan dari pemerintah dan kepolisian. Salah satunya dari Kapolrestabes Makassar, Kombes Pol Wahyu Dwi Ariwibowo, yang diserahkan melalui Kasat Binmas Polrestabes Makassar, AKBP Adzan Subuh.

"Itu sudah (biaya rumah sakit ). Alhamdulilah biar sepeser pun tidak ada keluar uang, sudah ada juga bantuan, dikasih tongkat sama kepala rumah sakit. Ada santunan juga dari Kapolrestabes yang diwakili Kasat Binmas pak Adzan Subuh," terangnya.

Kendati demikian, hingga saat ini, Irfan menyebut belum pernah sekalipun dijenguk oleh Kapolda Sulsel, Irjen Pol Mas Guntur Laupe. Ia hanya mendapatkan informasi dari anak buah jenderal bintang dua ini terkait rencana dirinya akan dijenguk, tapi tak kunjung terealisasi.

"Iya sudah berapa kali (polisi datang), ada dari lantas bilang 'ijin saya lihat lokasi dulu, karena ada rencana Kapolda mau datang', tapi belum datang," bebernya.

Selain berharap perhatian dari Kapolda Sulsel, ia juga menyampaikan harapannya terkait pengusutan kasus tabrakan tersebut. Irfan menyerahkan kepada Bidang Propam Polda Sulsel untuk memproses dugaan pelanggan yang dilakukan polisi yang mengemudikan rantis jenis tambora yang menabraknya.

"Kalau harapan saya untuk yang menabrak, saya serahkan ke pihak Propam. Yang utama sekarang kesembuhan saya agar bisa beraktivitas kembali. Ya saya tidak ada pekerjaan lain cuma sebagai ojol saja," tutupnya.

Sementara itu, Kepala Rumah Sakit Bhayangkara Makassar, Kombes Pol dr Farid Amansyah, mengaku untuk proses pemulihan Irfan tetap akan ditanggung pihaknya. "Kita tetap lakukan kontrol, soal biaya itu tetap jadi tanggungjawab kami, masih kita tanggung," terangnya.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook