alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Ratusan Hektare Lahan Terbakar di Gowa, Ini Titik Penyebarannya

Herni Amir
Ratusan Hektare Lahan Terbakar di Gowa, Ini Titik Penyebarannya
Petugas pemadam kebakaran terlihat memadamkan api yang membakar lahan di Kabupaten Gowa. Foto: SINDOnews/Herni Amir

SUNGGUMINASA - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) ratusan hektare kawasan hutan dan lahan di kawasan Gunung Lompobattang dan Bawakaraeng terbakar dalam tiga hari ini.

Adapun luas lahan yang terbakar di kawasan hutan Lompobattang masing-masing Desa Rappoale, Kecamatan Tompobulu sekitar 100 ha dan 13 ekor sapi ikut terbakar. Sementata di desa Rappolemba mencapai 3 hektare.

Di Kecamatan Parigi, kebakaran diprediksi melahap ratusan hektare lahan berada di Dusun Pattiro, Desa Manimbahoi.



Sementara untuk kawasan Bawakaraeng, Kebakaran kawasan hutan dan lahan di wilayah pos 2 dan pos 3 di lingkungan Lembanna, Kelurahan Pattapang, Kecamatan Tinggimoncong.

Kebakaran lain juga diketahui terjadi di Kecamatan Parangloe, berlokasi di Dusun Bontojai, Desa Borisallo, Desa Lonjoboko, dan Desa Belapunranga. Kemudian di Kecamatan Manuju di Desa Tana Karaeng, Desa Tokko, Desa Benteng Rajaya, dan Desa Bilalang dan Kecematan Bontolempangan di Dusun Taipakkodong.

Camat Parigi, Muhammad Guntur mengatakan, kebakaran hutan dan lahan di Dusun Pattiro, Desa Manimbahoi, sumber apinya diperkirakan dari Kecamatan Bontolempangan dan Kabupaten Bantaeng.

"Untuk sementara api masih besar dan masih kewalahan untuk tembus ke lokasi kebakaran. Titik api pun masih sangat jauh ke dalam sehingga susah untuk dijangkau," ujarnya.

Hingga saat ini, diperkirakan luasan lahan yang terbakar sudah ada ratusan hektare. Pihaknya telah mengerahkan masyarakat, pemerintah dusun, pemerintah desa untuk menghalau api dengan cara membersihkan lokasi yang diperkirakan akan dilewati api dengan menimbun tanah serta lahan dan ranting-ranting dibersihkan.

"Akses ke lokasi cukup susah, saya jalan kaki ke sana dua jam saja belum bisa sampai dan tembus. Makanya masyarakat yang hanya berbekal pompa air melakukan pemadam, mereka juga memanfaatkan irigasi yang ada disekitar lokasi kebakaran," ujarnya.

Selain masyarakat, pihaknya juga mendapatkan bantuan dari Komunitas Tanralili sebanyak 30 orang yang ikut membantu untuk menjaga-jaga terjadinya kebakaran berkelanjutan.

"Di sana juga berdekatan dengan tempat penggembalan sapinya masyarakat, sehingga memang harus dijaga agar tidak merambah ke sana," Katanya.

Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Gowa, Rostam Razak mengatakan, pemadaman karhutla ini telah dilakukan selama tiga hari berturut-turut.

Pihaknya pun telah menurunkan tim secara penuh, bahkan dua kali lipat dari biasanya.

Termasuk, di Kecamatan Tompobulu dan Kecamatan Tinggimoncong yang merupakan titik paling besar.

"Tadi malam sudah ditangani di Kecamatan Parangloe, hingga saat ini kondisi belum padam. Begitupun dari laporan di lapangan di Kecamatan Tombobulu juga masih dalam proses pemadaman," katanya.

Bahkan kata Rostam, seluruh personel yang diturunkan sejak awal kebakaran membantu tim dari Manggala Agni.

Hanya saja upaya tersebut tidak bisa dilakukan secara penuh karena alat-alat yang dibutuhkan untuk penanganan karhutla masih terbatas yang dimiliki hanya mobil penembak, sementara mobil ini tidak semua medan bisa dilewati.

"Anggota kami di lapangan saat ini terus berupaya sekuat tenaga melakukan pemadaman termasuk menghindari terjadinya kebakaran yang merembes sampai ke pemukiman warga," katanya.

Adapun armada yang disiapkan Damkar Gowa, khususnya di Desa Rappolemba, Kecamatan Tompobulu itu ada dua yakni dari Damkar Gowa dengan kapasitas air 3.000 liter dan satu unit dari bantuan Damkar Jeneponto.

Ia mengaku, pemadaman api memang tidak bisa cepat dilakukan karena menuju akses kebakaran itu melalui medan-medan yang sangat sulit.

Sehingga pihaknya berupaya dan setiap saat melakukan pemantauan dan terus melakukan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, utamanya pihak Manggala Agni.



(man)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook