alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Faktor Partai dan Geopolitik Untungkan SYL, Peluang Amran Menipis

Tim Sindonews
Faktor Partai dan Geopolitik Untungkan SYL, Peluang Amran Menipis
Mantan Gubernur Sulsel Syahrul Yasin Limpo, saat mendatangi Istana Negara, Selasa (22/10/2019), kemarin. Foto : SINDOnews/Doc

MAKASSAR - Masuknya Syahrul Yasin Limpo (SYL) sebagai salah satu calon kuat anggota Kabinet Kerja Jilid II diyakini karena dua pertimbangan. Selain menjadi wakil dari Partai Nasdem, Syahrul juga dinilai sebagai representasi geopolitik yang mewakili Pulau Sulawesi.

SYL masuk bersama 35 tokoh lainnya yang sudah dipanggil ke Istana Kepresidenan hingga tadi malam. Dari dari sejumlah nama tersebut, tidak ada nama mantan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman.

Pengamat politik dari Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Firdaus Muhammad menilai peluang Amran untuk masuk dalam Kabinet Kerja Jilid II sudah tipis. Adapun SYL diuntungkan dengan posisinya sebagai pengurus dewan pimpinan pusat (DPP) Partai Nasdem.



“Amran cukup berprestasi tapi SYL memiliki bargaining politik melalui Nasdem sehingga Amran tipis peluangnya,” kata Firdaus lewat pesan Whatsapp kepada SINDOnews, tadi malam.

Kalaupun tidak masuk dalam kabinet, Firdaus melihat Amran akan mendapatkan posisi lain di luar menteri dan jabatan setingkat menteri.

“Kemungkinan membidik posisi di luar kementerian yang cukup strategis. Amran layak dipertahankan tetapi presiden bisa saja memiliki pandangan lain,” jelasnya.

Sedangkan pengamat politik dari Universitas Hasanuddin Andi Ali Armunanto berpandangan, dipilihnya SYL bukan semata karena diusulkan oleh Partai Nasdem tetapi juga atas pertimbangan refresentasi geopolitik dari Pulau Sulawesi. Atas perpaduan itu yang membuat SYL memiliki
peluang lebih besar dibandingkan dua mantan menteri asal Sulsebar yakni Andi Amran Sulaiman dan Syafruddin.

“Walaupun dia tetap masuk bukan dari profesional, tapi jalur partai. Namun tetap saja kita bisa melihatnya sebagai representasi geopolitik Sulsel yang lebih kental dibanding dua tokoh ini,” kata Andi Ali saat dihubungi lewat sambungan telepon.

Masuknya SYL bagi Andi Ali tidak serta merta menurut peluang Amran Sulaiman masuk dalam Kabinet Kerja Jilid II. “Jadi kemungkinan besar, dia (Amran) akan digeser saja ke kementerian lain, kalau pun pak Syahrul diberi menteri pertanian,” ucapnya. Selain itu, Andi Ali melihat
Amran lebih cocok menjabat menjabat menteri pertanian dibandingkan SYL.

“Posisi itu tidak tepat mengigat keahlian pak Syahrul tidak di situ. Pak Syahrul kan birokrat, yang pengalamannya mengurus daerah. Sehingga saya kira, beliau cocok di PDT,” jelasnya.

Dipanggilnya SYL ke Istana Kepresidenan tambah dia, menunjukkan bahwa putra daerah Sulsel masih diperhitungkan di tingkat nasional.

“Saya rasa pertama adalah orang-orang Sulsel masih tetap diperhitungkan di kancah nasional,” tutupnya.



(sss)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook