alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Penyerapan Anggaran, 20 OPD di Pemkot Makassar Dapat Rapor Merah

Vivi Riski Indriani
Penyerapan Anggaran, 20 OPD di Pemkot Makassar Dapat Rapor Merah
Hingga triwulan III 2019, masih ada 20 OPD di lingkup Pemkot Makassar yang mendapat rapor merah soal penyerapan anggaran. Foto/Ilustrasi/SINDOnews.

MAKASSAR - Penyerapan anggaran belanja langsung APBD 2019 di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Makassar belum maksimal. Dari Rp3.036 triliun anggaran belanja langsung hingga triwulan ketiga, ternyata baru Rp1,26 triliun yang sudah terserap. Artinya, tersisa Rp1,766 triliun anggaran yang belum digunakan.

Berdasarkan rekapitulasi belanja langsung untuk triwulan ketiga, tercatat masih ada 20 organisasi perangkat daerah alias OPD yang mendapat rapor merah dengan capaian dibawah 50%. Sedangkan, 42 SKPD lainnya realisasinya sudah berada diangka 51% hingga 75%.

Di antaranya yakni Dinas Pendidikan, Dinas Perdagangan, Dinas Sosial, Kecamatan Makassar, Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah, Kecamatan Sangkarrang, Kecamatan Tallo, Dinas Perhubungan, Dinas Pariwisata, Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset.



Badan Penanggulangan Bencana Daerah, Dinas Penataan Ruang, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, Dinas Pekerjaan Umum, Bagian Perlengkapan, Dinas Pertanahan, Dinas Kesehatan, Sekretariat DPRD, Dinas Pemuda dan Olahraga, serta Dinas Komunikasi dan Informatika.

“Idealnya kalau di truwulan ketiga itukan diatas 70%, cuma memang ini masih ada beberapa yang masih dibawah 50%," kata Kepala Bidang Perencanaan Bappeda Kota Makassar, Anwar, kepada SINDOnews.

OPD dengan realisasi terendah yakni Dinas Komunikasi dan Informatika, dari total anggaran Rp45 miliar, yang terserap hingga triwulan ketiga baru Rp8,3 miliar atau 18,24%, sehingga dana yang tersisa masih ada sekitar Rp37 miliar, sementara fisiknya 80%.

Kemudian Dinas Pemuda dan Olahraga, hingga saat ini realisasi keuangannya baru mencapai Rp7,191 miliar atau 27,02% setara dengan realisasi fisiknya. Anggaran yang tersisa masih ada Rp19 miliar dari total Rp26 miliar.

Realisasi belanja langsung di Sekretariat DPRD baru mencapai 27,46% atau Rp31 miliar dari total anggaran Rp115 miliar, sehingga masih tersisa Rp83miliar. Realisasi keuangannya setara dengan realisasi fisiknya.

Dinas Kesehatan dengan total anggaran Rp565 miliar, realisasinya baru berkisar 27,54% atau Rp155 miliar sehingga masih ada sisa dana sekitar Rp409 miliar, sedangkan realisasi fisiknya sudah mencapai 53,71%.

Dinas Pertanahan, dari total Rp12 miliar anggaran yang dikelola, baru 29,68% atau Rp3,6 miliar terealisasi sehingga masih ada Rp8,7 miliar dana yang tersisa, sementara fisiknya sudah 50%.

Bagian Perlengkapan sisa anggarannya masih ada sekitar Rp63 miliar dari total Rp92 miliar. Realisasi keuangannya baru Rp29 miliar atau 32,08% lebih rendah dibandingkan fisiknya yang sudah mencapai 69,30%.

Dinas Pekerjaan Umum, dana yang tersisa masih ada Rp496 miliar dari total anggaran yang dikelola sebesar Rp754 miliar. Artinya, penyerapannya baru 34,13% atau Rp257 miliar, sedangkan fisiknya sudah 45,42%.

Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, realisasi keuangannya baru 34,22% atau Rp6 miliar sedangkan fisiknya 45,48%. Dari total Rp19 miliar anggaran yang dikelola masih tersisa Rp13 miliar.

Dinas Penataan Ruang realisasi keuangannya baru 34,98% setara dengan realisasi fisiknya, atau Rp5,3 miliar. Artinya, masih ada sisa dana Rp9,9 miliar dari total Rp15 miliar.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah masih ada dana sekitar Rp12 miliar yang belum terserap dari total Rp20 miliar anggaran yang tersedia.

Pasalnya, hingga triwulan ketiga baru Rp8 miliar atau 38,96% dana yang terserap setara dengan realisasi fisiknya. “Kendalanya mereka itu rata-rata karena ada yang masih proses tender jadi realisasi keuangannya itu masih rendah tapi fisiknya sudah tinggi," ungkapnya.

Pihaknya mendesak seluruh OPD untuk bekerja maksimal. Harapannya agar realisasi keuangan dan fisik bisa meningkat secara signifikan berdasarkan regulasi yang telah ditentukan. “Semoga sampai tahun anggaran berakhir realisasi keuangan dan fisik seluruh SKPD (OPD) bisa mencapai 100%," tutupnya.



(tyk)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook