alexametrics
more
TOPIK TERPOPULER

Pemapar Terbaik di Lemhannas 2019, Adnan Bahas Ketahanan Pangan

Herni Amir
Pemapar Terbaik di Lemhannas 2019, Adnan Bahas Ketahanan Pangan
Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan dalam pemaparan essainya di bidang studi Empat Konsensus Dasar Bangsa (SBS) Ketahanan Nasional pada Program Pemantapan Pimpinan Daerah Angkata (P3DA) X Lemhanas 2019 di Jakarta, Rabu (23/10) kemarin. Foto : Istimewa

JAKARTA - Ketahanan pangan berperan strategis dalam mendukung ketahanan nasional. Pangan bukan hanya sebagai komoditi ekonomi, tetapi merupakan komoditi yang memiliki fungsi sosial dan politik, baik lokal, regional, nasional maupun global.

Isu tersebut diangkat Bupati Gowa Adnan Purichta Ichsan dalam pemaparan essainya di bidang studi Empat Konsensus Dasar Bangsa (SBS) Ketahanan Nasional pada Program Pemantapan Pimpinan Daerah Angkata (P3DA) X Lemhanas 2019 di Jakarta, Rabu (23/10) kemarin.

Mengangkat judul "Implementasi Ketahanan Pangan Guna Meningkatkan Kesejahteraan Masyarakat di Kabupaten Gowa", essai ini berhasil membawanya menjadi sebagai peserta terbaik.



" Ketahanan pangan memiliki pengaruh yang penting terhadap ketahanan ekonomi. Apalagi dengan melihat pertumbuhan penduduk, maka kebutuhan pangan merupakan kebutuhan dasar yang berkelanjutan," katanya.

Menurutnya, kebutuhan akan ketersediaan pangan yang cukup, aman dan berkualitas semakin menjadi tuntutan. Pasalnya, pangan menjadi kebutuhan dasar manusia untuk dapat hidup dan melakukan aktivitas sehari-hari, sementara ketahanan pangan adalah jaminan bagi manusia untuk hidup sehat dan bekerja secara produktif.

Ia mengungkapkan, di Kabupaten Gowa sendiri sektor pertanian masih memegang peranan penting dalam struktur perekonomian.

Hal ini dapat dilihat pada kontribusi sektor pertanian, kehutanan dan perikanan terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Kabupaten Gowa, di mana pada 2015 hingga 2018 selalu berada di posisi terbesar kontribusinya.

"Kabupaten Gowa berada pada urutan kedua sektor perdagangan, urutan ketiga sektor kontruksi, dan urutan keempat sektor real estate," terang Adnan.

Meskipun posisi terbesar yaitu 29,11 persen pada 2018, kontribusi sektor pertanian terhadap PDRB cenderung menurun setiap tahunnya, padahal produksi beras terus naik.

Pada 2016 produksi beras capai 382.147 ton, 2017 naik menjadi 401.979 ton, 2018 naik 408.899 ton dan 2019 naik menjadi 412.964 ton.

Penurunan ini tentunya karena pengaruh sektor lain yang pertumbuhannya cukup besar yaitu perdagangan, konstruksi dan real estat karena kontribusinya di atas 8 persen.

"Walaupun produksi beras naik setiap tahun, kebutuhan terhadap beras ikut naik karena jumlah penduduk yang terus bertambah, apalagi pada tiga tahun terakhir. Pada 2017 jumlah penduduk mencapai 735.493 jiwa, 2018 naik 748.200 jiwa dan 2019 naik 760.607 jiwa," jelasnya.

Pertumbuhan penduduk yang pesat di Kabupaten Gowa bukan karena faktor kelahiran yang tinggi tetapi karena faktor migrasi penduduk, sebagai konsekuensi Kabupaten Gowa berbatasan langsung dengan Kota Makassar, Ibukota Provinsi Sulawesi Selatan.

Karena itu lanjut Adnan, perlunya peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui kethanan ekonomi dengan mempertautkan sektor yang ditopang oleh sumber daya alam seperri pertanian kehutanan dan perkebunan dengan sumber daya yang ditopang oleh kemodern nan seperti industri manufaktur jasa dan keuangan.



(sss)

loading...
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook